๐‘๐ž๐ง๐œ๐š๐ง๐š ๐๐ž๐ซ๐ฎ๐ฆ ๐๐ฎ๐ฅ๐จ๐  ๐€๐ค๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข ๐๐ซ๐จ๐๐ฎ๐ฌ๐ž๐ง ๐๐ž๐ซ๐š๐ฌ ๐๐ข ๐Š๐š๐ฆ๐›๐จ๐ฃ๐š ๐ƒ๐ž๐ฆ๐ข ๐€๐ฆ๐š๐ง๐ค๐š๐ง ๐๐ซ๐จ๐ฌ๐ž๐ฌ ๐๐ž๐ง๐ ๐ข๐ฆ๐ฉ๐จ๐ซ๐š๐ง

JAKARTA (INDONESIAKINI.id) – Perum Bulog mendapat permintaan untuk mengakuisisi produsen beras di Kamboja. Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, menjelaskan bahwa tujuan dari rencana akuisisi ini adalah untuk memastikan posisi Indonesia tetap aman saat membutuhkan impor beras.

“Jadi, mengenai yang di Kamboja itu, sekarang kita sudah beli dari Kamboja. Bapak Presiden ingin memastikan apakah kita bisa lebih aman? Karena selalu ada kekhawatiran saat kita mengimpor beras, terutama karena ada 25 negara yang telah menutup kebijakan ekspor beras mereka. Jadi, kita perlu mencari cara untuk mengamankan pasokan jika kita harus impor,” jelas Bayu saat ditemui di DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2024).

Bayu menyebutkan bahwa rencana ini masih dalam tahap awal dan belum ada kepastian mengenai model akuisisi yang akan diambil, apakah akan mengakuisisi perusahaan, penggilingan, atau lahan di Kamboja.

“Saat ini, masih dalam proses dan diskusi. Saya sedang berkonsultasi dengan kedutaan besar kita di sana serta bank untuk masalah pendanaan. Jadi, masih banyak detail yang perlu diselesaikan, dan ini bukan pekerjaan jangka pendek,” tambahnya.

Bayu juga menekankan perlunya memulai dari skala kecil, seperti membuka agen di Kamboja untuk mempermudah pembelian beras dari negara tersebut. Ada juga potensi untuk mengakuisisi penggilingan di Kamboja.

“Sekarang, kami memesan dari Jakarta. Namun, jika kita bisa membuka agen di sana dan melihat situasinya berjalan dengan baik, kita bisa mempertimbangkan untuk membeli dari penggilingan mereka. Langkah ini bertujuan untuk menjamin pasokan jika kita perlu,” jelasnya.

Bayu memastikan bahwa rencana akuisisi ini tidak akan berdampak pada penggilingan dalam negeri, merespon kekhawatiran bahwa rencana tersebut dapat mengancam serapan beras dari penggilingan lokal.

“Saya jamin jika produksi dalam negeri mencukupi, kita pasti tidak akan mengimpor dari luar,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan rencana Indonesia melalui Perum Bulog untuk mengakuisisi produsen beras di Kamboja. Ia mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberinya tugas untuk menangani rencana ini.

“Tadi Presiden sudah memerintahkan saya untuk menindaklanjuti rencana akuisisi beberapa sumber beras di Kamboja. Proses ini sudah berjalan, dan sekarang kita tinggal melakukan due diligence,” kata Luhut dalam pidatonya di acara HIPMI di Hotel Fairmont, Senin (9/6/2024).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung rencana akuisisi ini, menyatakan bahwa langkah yang diambil Bulog dapat memberikan kepastian bagi cadangan beras pemerintah, sehingga kebutuhan pangan masyarakat aman.

“Proses bisnis yang akan dilakukan oleh Bulog memberikan kepastian bahwa stok cadangan beras negara kita akan tetap berada dalam posisi yang aman,” kata Jokowi di lokasi yang sama.