๐‘๐š๐ฃ๐š๐ข ๐‡๐š๐ฌ๐ข๐ฅ ๐’๐ฎ๐ซ๐ฏ๐ž๐ข ๐ƒ๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐๐ฎ๐ซ๐ฌ๐š ๐‚๐š๐ ๐ฎ๐› ๐‰๐š๐ญ๐ž๐ง๐  ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ’ ๐Š๐š๐ž๐ฌ๐š๐ง๐  ๐๐š๐ค๐š๐ฅ ๐‰๐ž๐ ๐š๐ฅ ๐๐ƒ๐ˆ๐ ?

JAKARTA (INDONESIAKINI.id) – Lembaga Survei Indonesia telah melakukan simulasi survei terhadap nama-nama yang berpotensi menjadi bakal cagub di Jawa Tengah. Hasilnya cukup mengagetkan karena saat disimulasikan terhadap 6 nama, putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, memuncaki hasil survei dengan perolehan angka sebesar 25,6%.

Nama tokoh yang digadang-gadang bakal maju pun tersalip jauh, setelahnya baru ada Kapolda Jateng Ahmad Luthfi dengan angka 16,1% dan diposisi ketiga ada mantan wakil gubernur sebelumnya, Taj Yasin, dengan perolehan sebesar 13,4%.

Bukan hanya dua tokoh terkemuka itu saja, pasalnya nama politisi senior PDI Perjuangan seperti Bambang Wuryanto atau yang biasa dipanggil Bambang Pacul juga berada di bawah Kaesang jauh dengan menduduki posisi keempat.

Survei dilakukan terhadap 1.200 responden pada rentang waktu 21 hingga 26 Juni 2024 di Provinsi Jawa Tengah. Responden yang menjadi populasi survei adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah, serta memiliki telepon atau telepon seluler.

Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah double sampling, yaitu pengambilan sample secara acak dari data hasil survei tatap muka sebelumnya. Wawancara dengan responden dilakukan melalui metode telepon. Margin of error dari survei ini diperkirakan sekitar ยฑ 2,8% dengan tingkat kepercayaan 95%, mengacu pada asumsi simple random sampling.

Pada awalnya, Djayadi melaporkan bahwa 78,7% dari responden belum memutuskan pilihannya untuk Pilkada Jawa Tengah. Namun, sebagian kecil responden telah menunjukkan kecenderungan mendukung beberapa calon, termasuk Ahmad Luthfi, Kaesang Pangarep, dan Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono.

Tingginya hasil survei yang mengerucut kepada Kaesang ini diduga tidak jauh dari efek seorang Jokowi, pasalnya survei yang tinggi atas kepuasan kinerja juga masih dipegang olehnya. Namun apa benar efek Jokowi ini bisa meluluhkan hati warga Jateng di saat pengalaman dalam dunia politik dan dalam kepemimpinan masih minim? Tidak ada yang tahu, karena semua masih abu-abu.

Namun melihat hasil survei tersebut nama Kaesang diharapkan bakal meramaikan Pilkada Jateng nanti. Sebelumnya nama ketum PSI itu juga meramaikan beberapa daerah sepertu Pilkada di Jateng hingga menggantikan sang kakak, Gibran Rakabuming Raka, sebagai Wali Kota Solo.

Hasil survei ini cukup mengguncang penilaian publik, pasalnya Jateng terkenal menjadi kandengnya PDIP, dimana kadernya banyak menjabat sebagai kepala daerah maupun gubernur di sana. Akankah Kaesang bisa menggeser posisi tersebut?

Saat disinggung hal tersebut, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku tidak mau ambil pusing terhadap survei yang dikeluarkan LSI. Dia cukup percaya diri sekaligus optimis terhadap kader-kader di partainya yang memiliki pengalaman banyak.

Ya pasalnya mereka sudah melalui kaderisasi untuk menyiapkan sejumlah nama yang digadang berpotensi menjadi calon pemimpin pada masa depan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Di Jateng sendiri PDIP sudah mempersiapkan Hendrar Prihadi sampai nama mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa juga turut disiapkan, sehingga hal tersebut bukan sebuah hal yang mengusik bagi parpol terbesar di Indonesia itu.