Angling Dharma Tokoh Legendaris Dalam Cerita Rakyat Jawa

JAKARTA (INDONESIAKINI.id) – Prabu Angling Dharma adalah tokoh legendaris dalam cerita rakyat Jawa yang dikenal sebagai raja bijaksana dan memiliki kemampuan luar biasa untuk memahami bahasa hewan. Cerita tentang Prabu Angling Dharma banyak diceritakan dalam berbagai versi, termasuk dalam bentuk wayang dan sastra tradisional Jawa. Berikut adalah ringkasan legenda Prabu Angling Dharma:

1. Asal Usul dan Latar Belakang

Kerajaan Malawapati: Prabu Angling Dharma adalah raja dari Kerajaan Malawapati. Ia dikenal sebagai raja yang adil, bijaksana, dan sangat dihormati oleh rakyatnya.

Guru dan Ilmu: Angling Dharma memperoleh ilmu dari seorang resi (pertapa) yang memberinya kemampuan untuk mengerti bahasa hewan. Ilmu ini diperolehnya sebagai hadiah karena kesetiaannya dan dedikasinya dalam belajar.

2.Cerita Utama

Istri Pertama: Angling Dharma menikahi seorang putri cantik bernama Dewi Setyowati. Namun, karena suatu kesalahpahaman yang disebabkan oleh ucapan seekor burung, Dewi Setyowati akhirnya meninggal. Angling Dharma sangat menyesali kematian istrinya.

Istri Kedua: Setelah beberapa waktu, Angling Dharma menikahi Dewi Kamaratih, namun ia tetap merasa bersalah atas kematian Dewi Setyowati. Suatu hari, Dewi Kamaratih memohon kepada Angling Dharma untuk memberitahukan rahasia ilmunya. Namun, Angling Dharma menolak karena mengungkapkan rahasia tersebut akan menyebabkan kematiannya.

Pengorbanan: Untuk menguji kesetiaan Dewi Kamaratih, Angling Dharma akhirnya berpura-pura mati dan menguburkan dirinya sendiri. Dewi Kamaratih yang setia ikut masuk ke dalam kuburannya dan bersiap mati bersama suaminya. Melihat kesetiaan istrinya, Angling Dharma akhirnya muncul kembali dari kuburan dan hidup bersama Dewi Kamaratih.

Penyesalan dan Pengasingan: Karena merasa bersalah atas kematian Dewi Setyowati dan berbagai masalah yang timbul, Angling Dharma memutuskan untuk pergi mengasingkan diri dan meninggalkan tahtanya. Ia berkelana sebagai seorang resi dengan nama samaran.

Kembali ke Tahta: Setelah menjalani pengasingan dan melakukan banyak kebajikan, Angling Dharma akhirnya kembali ke kerajaannya dan memimpin dengan lebih bijaksana hingga akhir hayatnya.

3.Pesan Moral

Cerita Prabu Angling Dharma mengandung banyak pesan moral, termasuk pentingnya kebijaksanaan, kesetiaan, dan pengorbanan. Kemampuan untuk memahami bahasa hewan melambangkan kepekaan dan kebijaksanaan yang luar biasa, serta pentingnya menjaga rahasia dan amanah.

4.Pengaruh Budaya

Legenda Prabu Angling Dharma memiliki pengaruh besar dalam budaya Jawa. Kisah ini sering dipentaskan dalam pertunjukan wayang dan menjadi inspirasi dalam karya sastra tradisional. Nilai-nilai yang terkandung dalam cerita ini juga diajarkan sebagai bagian dari pendidikan moral dan budaya di masyarakat Jawa.