Perempuan Jadi Pilar Indonesia Emas 2045, BKKBN Tegaskan Peran Keluarga Cegah Stunting

MADIUN – Kota Madiun menjadi saksi semangat kolektif dalam meningkatkan kualitas keluarga Indonesia melalui Program Bangga Kencana yang digelar di Gedung Diklat, Sabtu (12/07/2025).

Acara ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN), Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol Admin, yang menyampaikan pesan kuat tentang peran strategis perempuan dalam membangun masa depan bangsa.

Dalam sambutannya, Prof. Budi menegaskan bahwa impian besar Indonesia Emas 2045 hanya bisa dicapai jika seluruh elemen masyarakat turut aktif berkontribusi. Ia menyoroti peran penting kaum ibu sebagai tiang negara yang harus memahami dan menjalankan langkah konkret demi masa depan bangsa.

“Indonesia sudah mencanangkan diri sebagai negara maju pada 2045. Ini bukan sekadar slogan, tapi cita-cita yang harus diwujudkan bersama. Ibu-ibu sebagai tiang negara harus paham perannya agar mimpi Indonesia Emas dapat terwujud,” ujar Prof. Budi.

Ia menambahkan, pembangunan manusia unggul dimulai dari keluarga. Oleh karena itu, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) harus dibentuk sejak dini melalui keluarga yang sehat, tangguh, dan berdaya. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah stunting, yang dapat menghambat tumbuh kembang anak dan berdampak pada kualitas hidup mereka di masa depan.

Untuk itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo dinilai menjadi langkah strategis dalam menanggulangi stunting. Program ini menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

“Kalau ada ibu hamil yang belum terdata di program MBG, mohon segera melapor ke kader atau Tim Pendamping Keluarga (TPK). Ini hak mereka, demi generasi yang lebih sehat dan kuat,” tegas Prof. Budi.

Selain program nasional, masyarakat juga menunjukkan kepedulian melalui inisiatif lokal seperti Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Program ini berbasis swadaya masyarakat, menjadi pelengkap bantuan pemerintah bagi keluarga yang belum tersentuh dana APBN.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, MM, turut memperkenalkan platform digital www.siapbahagia.com sebagai ruang konsultasi terpadu. Melalui platform ini, masyarakat bisa berkonsultasi langsung dengan dokter, psikolog, maupun sosiolog terkait kesehatan keluarga, pola asuh anak, dan isu-isu stunting.

“Kami siapkan layanan konsultasi digital yang mudah diakses, supaya masyarakat bisa bertanya dan mendapat jawaban langsung dari ahlinya,” ujar Ernawati.

Ia juga menyoroti peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang telah dibentuk hingga tingkat desa, berdasarkan Perpres No. 72 Tahun 2021. Tim ini bertugas mengawal proses pendampingan keluarga berisiko stunting sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Pengalamannya saat bertugas di Sulawesi Tengah menjadi ilustrasi pentingnya edukasi gizi. Di daerah yang kaya akan ikan tersebut, kasus stunting justru masih tinggi akibat pola asuh yang keliru.

“Masyarakat menganggap mie instan plus ikan itu sudah makanan bergizi. Padahal kandungan gizinya tidak cukup. Ini menunjukkan bahwa edukasi sangat penting,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya identifikasi penyebab stunting secara tepat, baik karena faktor kemiskinan, pola asuh, sanitasi, maupun penyakit bawaan. Intervensi hanya akan efektif jika akar masalah diketahui dan ditangani sesuai konteks.

Acara ini diwarnai dengan antusiasme para peserta, mulai dari pejabat daerah, kader BKKBN, hingga organisasi perempuan. Semuanya menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung Program Bangga Kencana dan upaya pencegahan stunting.

“Kami berharap para ibu bisa menjadi agen perubahan dan menyebarkan pentingnya program Bangga Kencana di lingkungannya masing-masing,” tutup Ernawati.

Program Bangga Kencana tak sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan gerakan sosial berbasis keluarga. Dengan dukungan masyarakat, khususnya perempuan, sebagai pilar utama, cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar impian, melainkan tujuan yang semakin nyata di depan mata.