BISNIS  

TPS Catat Rekor Throughput, ALFI Jatim Apresiasi Layanan dan Inovasi Digital

SURABAYA – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan Pelindo Terminal Petikemas, menerima kunjungan kerja Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kemitraan antara pelaku logistik, operator terminal, dan kawasan industri, guna memastikan kelancaran arus peti kemas di wilayah Jatim, Jateng, dan DIY.

Ketua DPW ALFI Jatim, Teguh Arif Handoko, menegaskan peran penting TPS sebagai simpul distribusi utama yang menghubungkan jalur perdagangan domestik dan internasional.

“Konektivitas TPS dengan kawasan industri di Jateng dan Jatim menjadi kunci efisiensi logistik, memangkas waktu tempuh, dan menekan biaya distribusi,” ujarnya.

Ia menambahkan, integrasi layanan pelabuhan dengan kawasan industri akan memperkuat ekosistem logistik nasional sekaligus mempermudah eksportir dan importir mengakses fasilitas bongkar muat yang cepat dan andal.

“Konektivitas ini dipercaya dapat mengakselerasi arus peti kemas, mendorong pertumbuhan perdagangan ekspor, sekaligus memperkuat distribusi barang dalam negeri,” imbuhnya.

Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan kapasitas dan memodernisasi infrastruktur pelabuhan.

“Kami telah mengimplementasikan inovasi digital, mulai dari Terminal Operating System (TOS) terbaru, sistem online booking, hingga uji coba Terminal Booking System (TBS) untuk mempercepat layanan dan meningkatkan produktivitas peralatan bongkar muat,” jelasnya.

Dalam dua tahun terakhir, TPS mencatat tren pertumbuhan positif arus peti kemas seiring meningkatnya permintaan ekspor dan impor bahan baku industri. Peserta kunjungan ALFI juga berkesempatan meninjau langsung operasional TPS, mulai dari penerapan sistem digital, manajemen arus barang, hingga pengaturan antrean truk.

Ketua DPW ALFI Jatim, Sebastian Wibisono (Wibi), mengapresiasi fasilitasi kunjungan ALFI Jateng & DIY oleh TPS. Ia juga menyoroti tersedianya layanan fumigasi dan pemeriksaan kulit mentah garaman di lini I.

“Kami berharap layanan serupa dapat diimplementasikan di Semarang untuk membantu menekan biaya logistik,” ujarnya.

Noor Budiwan menyambut positif kunjungan ini sebagai kesempatan berbagi pengalaman dalam pengelolaan rantai pasok, khususnya kesiapan fasilitas dan kapasitas perusahaan.

“Pada 2024, TPS membukukan throughput tertinggi dalam sejarah, mendekati 1,6 juta TEUs. Capaian ini mencerminkan komitmen kami untuk terus memberi layanan terbaik kepada pengguna jasa,” ungkapnya.

Sepanjang 2024, TPS mencatat arus peti kemas sebesar 1.584.774 TEUs. Sementara hingga Juli 2025, throughput telah mencapai 908.136 TEUs. TPS juga mempertahankan dominasinya di pasar internasional dengan pangsa pasar 83% di Pelabuhan Tanjung Perak.

Sinergi antara pelaku logistik, kawasan industri, dan operator terminal diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain untuk mempercepat distribusi antar pusat industri di Indonesia, menciptakan ekosistem logistik yang terhubung, efisien, dan berdaya saing global.