BLORA – Praktisi minyak dan gas (migas) berpengalaman, Rohmat Dwianto Safari, S.T., yang dikenal sebagai Gawiek, mendesak seluruh kegiatan migas di Kabupaten Blora agar menerapkan standar internasional ISO 45001 dan ISO 9001. Menurutnya, langkah ini krusial untuk mencegah insiden tragis, seperti kebakaran penampungan minyak ilegal di Desa Plantungan tahun lalu, dan untuk penanganan ledakan seperti yang pernah terjadi di Desa Gandu.
Solusi dan Analisa dari Pengalaman Lapangan
Gawiek, yang merupakan lulusan S1 Teknik Mesin dengan keahlian khusus sebagai Inspector Oil and Gas, menyoroti pentingnya penerapan prosedur keselamatan yang ketat. “Kebakaran penampungan minyak ilegal di Desa Plantungan seharusnya menjadi pelajaran berharga,” ujarnya. “Insiden itu menunjukkan betapa berbahayanya kegiatan migas yang tidak terstandarisasi dan minim pengawasan.”
Untuk mencegah kejadian serupa, Gawiek menekankan perlunya penegakan hukum dan penerapan standar keselamatan secara menyeluruh. “Dengan menerapkan ISO 45001, setiap aktivitas—mulai dari penyimpanan hingga pengolahan—harus memenuhi kriteria keselamatan yang ketat,” jelasnya.
Terkait insiden ledakan atau blow up di Desa Gandu, Gawiek memberikan analisis mendalam. “Ledakan sering kali disebabkan oleh kegagalan sistem kontrol atau ketidakpatuhan terhadap prosedur,” katanya. “Solusinya adalah penggunaan peralatan yang tepat, pengendalian tekanan, dan prosedur darurat yang jelas.”
Mencegah Insiden dengan 10 Elemen Kunci Keselamatan
Gawiek menegaskan bahwa penerapan 10 elemen Corporate Life Saving Rules (CLSR) Pertamina, yang merupakan bagian dari Sistem Manajemen K3 (SMK3), bisa menjadi jawaban. Elemen-elemen ini, seperti Hotwork (mengendalikan pekerjaan panas) dan Powered System (pengendalian sistem bertenaga), sangat relevan untuk mencegah ledakan dan kebakaran.
Dengan menerapkan ISO 45001 untuk keselamatan dan ISO 9001 untuk kualitas, serta mematuhi CLSR, Gawiek optimis Blora bisa menjadi contoh dalam pengelolaan migas yang aman dan bertanggung jawab. “Ini bukan sekadar aturan, tapi investasi untuk melindungi nyawa pekerja, aset perusahaan, dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.






