MALANG – Kompetisi Developmental Basketball League (DBL) kembali menjadi ajang pembuktian bagi para pelajar dari berbagai latar belakang. Tak hanya sekolah negeri atau swasta, tetapi juga sekolah berbasis pesantren kini menunjukkan taringnya di lapangan basket.
Momen peringatan Hari Santri Nasional 2025 kali ini terasa semakin spesial bagi SMA Ar Rohmah Dau, Kabupaten Malang. Sekolah berkonsep pondok pesantren tersebut sukses menjuarai Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Java–South (DBL Malang) untuk kategori AZA 3×3 Competition, sekaligus mencatat sejarah manis dalam debut perdananya.
Dalam partai final yang berlangsung di GOR Bimasakti, Ar Rohmah Dau berhasil menaklukkan SMAN 3 Blitar — salah satu tim kuat dengan rekam jejak prestasi basket mentereng — dengan skor ketat 4–2.
Tak berhenti di situ, salah satu pemainnya, Demas Naufal Ramadhan, dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP). Santri kelas 12 itu mengaku sangat bersyukur atas hasil yang diraih timnya.
“Jujur senang sekali karena hasil latihan dan kerja keras saya dibayar lunas dengan kemenangan ini,” ujar Demas usai pertandingan final, (21/10/25) Selasa.
Kesuksesan Ar Rohmah menjadi bukti nyata bahwa sekolah berbasis pesantren kini semakin eksis di ajang DBL. Mereka tak sekadar berpartisipasi, tetapi tampil kompetitif dan siap bersaing dengan sekolah lain.
Fenomena ini bukan kali pertama. Pada musim 2023–2024, SMAIT Insan Mulia Boarding School (IMBOS) Pringsewu, Lampung, berhasil menembus final DBL seri Lampung, bahkan mengantarkan pemainnya Harsya Nazhiif ke DBL Camp, ajang pemusatan pelatihan basket terbesar di Indonesia.
Di Sumatera, MA Ar-Risalah Padang juga menjuarai DBL seri Padang, sementara MA Al-Manar Aceh Besar sudah aktif sejak 2024. Di Jawa Barat, SMA Pesantren Unggul Al Bayan Sukabumi turut ambil bagian di DBL Bandung 2025.
Head of Sports and Entertainment DBL Indonesia, Astrid Septiana, menyebut bahwa basket merupakan bahasa universal yang bisa dipahami siapa saja, termasuk para santri.
“Mereka membuktikan bahwa dari pesantren pun bisa lahir juara,” ujar Astrid.
Astrid menegaskan, semangat utama DBL sejak awal adalah partisipasi luas bagi seluruh pelajar Indonesia. Selain kompetisi basket utama, DBL juga menghadirkan ajang dance competition dan supporter competition agar setiap sekolah bisa berkontribusi sesuai kemampuannya.
“Sekolah yang mungkin tim basketnya belum siap pun tetap bisa berpartisipasi melalui kompetisi 3×3, seperti yang dilakukan Ar Rohmah Malang,” jelasnya.
Sejak pertama kali digelar pada 2004 di Surabaya, kompetisi DBL terus berkembang pesat. Tahun ini, Honda DBL with Kopi Good Day 2025–2026 berlangsung di 31 kota dan 22 provinsi di seluruh Indonesia.
Selain menghadirkan laga basket utama, DBL juga menyertakan AZA 3×3 Competition 2025–2026 dan Azarine DBL Dance Competition 2025–2026. Setiap musimnya, DBL Indonesia menyeleksi student athlete terbaik dari berbagai kota untuk bergabung dalam program DBL Camp dan berpeluang menjadi bagian dari DBL Indonesia All-Star.
Seluruh pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025–2026 dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube DBL Play, menyajikan semangat dan kerja keras para pelajar Indonesia yang terus berjuang menjadi bintang di lapangan.





