Budaya  

Jadwal Piodalan Pura Bali Minggu Ini: Cek Lokasi & Waktunya!

Merayakan Hari Jadi Pura: Makna dan Jadwal Piodalan di Bali

Denpasar – Minggu, 4 Januari, dalam penanggalan Bali menandai hari Redite Umanis Merakih. Hari ini menjadi momentum penting bagi banyak pura dan merajan di seluruh Bali untuk menggelar upacara piodalan, sebuah perayaan yang juga dikenal sebagai Dewa Yadnya.

Upacara piodalan memiliki makna mendalam, yaitu sebagai awal dari proses pembersihan spiritual pada setiap Parahyangan, atau tempat-tempat suci. Berdasarkan berbagai literatur, piodalan secara harfiah diartikan sebagai perayaan hari jadi sebuah tempat suci. Bagi masyarakat Bali, upacara ini merupakan sebuah kewajiban suci yang harus dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian kepada Ida Hyang Widi Wasa beserta seluruh manifestasi-Nya yang bersemayam di Pura Kahyangan Desa.

Piodalan di Pura Kahyangan Desa umumnya dilaksanakan secara rutin, ada yang menggelarnya setiap enam bulan sekali, dan ada pula yang menyelenggarakannya setahun sekali. Tujuan utama dari pelaksanaan upacara piodalan ini adalah untuk memelihara dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan sejahtera.

Keutamaan melaksanakan kewajiban ini juga tercantum dalam lontar Sundari Gama. Di dalamnya tertulis bahwa masyarakat yang lalai dalam memelihara dan melaksanakan kewajiban di Pura Puseh akan menghadapi kekurangan dalam hal sandang dan pangan. Sebaliknya, bagi masyarakat yang dengan tulus menjalankan kewajibannya kepada Ida Hyang Widi Wasa, mereka dijanjikan kehidupan yang penuh kerukunan dan ketenteraman.

Pelaksanaan piodalan ini tidak hanya sekadar ritual, namun juga menjadi perekat kebersamaan umat. Melalui upacara ini, masyarakat berkumpul, saling bahu-membahu dalam persiapan, pelaksanaan, hingga penyelesaian upacara. Interaksi sosial yang terjalin selama proses ini memperkuat ikatan kekeluargaan dan gotong royong di antara warga.

Lebih jauh lagi, piodalan merupakan sarana untuk menjaga kelestarian ajaran agama Hindu di Bali. Dengan terus menerus melaksanakan upacara ini, nilai-nilai luhur, tradisi, dan kepercayaan diwariskan dari generasi ke generasi. Hal ini penting agar identitas budaya Bali yang kaya akan nilai spiritual tetap terjaga di tengah arus modernisasi.

Proses persiapan piodalan biasanya dimulai jauh-jauh hari. Mulai dari musyawarah dengan para tokoh adat, penentuan waktu pelaksanaan, hingga pengumpulan dana dan sumber daya yang dibutuhkan. Para pemangku kepentingan, seperti pemangku pura, pengurus adat, dan seluruh umat, berperan aktif dalam setiap tahapan.

Jadwal dan Lokasi Piodalan pada Hari Redite Umanis Merakih (4 Januari)

Pada hari Minggu, 4 Januari, yang bertepatan dengan Redite Umanis Merakih, beberapa pura dan merajan di Bali menggelar upacara piodalan. Berikut adalah beberapa lokasi yang tercatat:

  1. Pura Parangan Tengah Banjar Ceningan Kangin – Lembongan, Nusa Penida.
    Pura ini menjadi salah satu titik pelaksanaan upacara piodalan pada hari yang istimewa ini. Keberadaannya di kawasan Nusa Penida menambah kekayaan spiritual pulau tersebut.

  2. Pura Dalem Celuk Sukawati – Gianyar.
    Terletak di Desa Celuk, Gianyar, yang terkenal dengan kerajinan peraknya, Pura Dalem Celuk juga turut merayakan hari jadinya melalui upacara piodalan.

Pelaksanaan upacara piodalan ini merupakan cerminan dari keteguhan masyarakat Bali dalam menjaga tradisi dan keyakinan mereka. Ini adalah momen untuk merefleksikan kembali hubungan manusia dengan Sang Pencipta dan alam semesta, serta untuk memohon berkah keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh umat. Setiap piodalan adalah pengingat akan pentingnya keseimbangan antara dunia spiritual dan dunia material, sebuah prinsip yang menjadi inti dari kebudayaan Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *