Rupiah Tertekan, Kurs Dolar AS Bergerak Bervariasi di Sejumlah Bank Besar
Nilai tukar rupiah menunjukkan tren pelemahan pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (12/1/2026). Sejumlah faktor domestik dan internasional turut memengaruhi pergerakan mata uang Garuda terhadap dolar Amerika Serikat. Pelonggaran kebijakan moneter yang diisyaratkan oleh Bank Indonesia, ditambah dengan sentimen pasar terkait defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, menjadi beban bagi rupiah.
Pada pukul 09.16 WIB, rupiah tercatat melemah 0,12% atau setara dengan 21 poin, diperdagangkan pada level Rp16.840 per dolar AS. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif yang telah berlangsung selama enam hari perdagangan beruntun. Data terbaru menunjukkan bahwa dalam sebulan terakhir, rupiah telah terdepresiasi sebesar 1,18%, dan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, pelemahannya mencapai 3,47%.
Di sisi lain, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan mata uang Paman Sam terhadap enam mata uang utama dunia, mengalami sedikit pelemahan sebesar 0,18% atau 0,18 poin, berada di angka 98,95. Namun, dalam jangka waktu yang lebih panjang, dolar AS menunjukkan kekuatan yang signifikan. Laporan pasar mengindikasikan bahwa penguatan dolar AS didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed), bank sentral Amerika Serikat, akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada pertemuan kebijakan moneter mendatang. Hal ini menciptakan momentum penurunan bagi mata uang lain, termasuk rupiah.
Faktor Domestik yang Membebani Rupiah
Selain faktor eksternal yang menguatkan dolar AS, sentimen domestik juga memberikan tekanan pada rupiah. Prospek pelonggaran kebijakan suku bunga oleh Bank Indonesia menjadi salah satu perhatian utama pasar. Bank sentral Indonesia diperkirakan akan terus meninjau ruang untuk menurunkan suku bunga acuan guna mendorong pertumbuhan ekonomi, namun langkah ini dapat berisiko mengurangi daya tarik aset dalam negeri bagi investor asing.
Pasar juga mencermati sejumlah data ekonomi yang dirilis pemerintah untuk periode 2025. Salah satu data yang dirilis adalah Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) untuk bulan Desember 2025. Data tersebut menunjukkan penurunan sebesar 0,5 poin menjadi 123,5, dibandingkan dengan angka 124 pada bulan November 2025. Penurunan IKK ini mengakhiri tren kenaikan yang telah terjadi selama dua bulan sebelumnya, mengindikasikan adanya sedikit penurunan optimisme di kalangan konsumen. Hal ini dapat berdampak pada konsumsi domestik, yang merupakan salah satu motor penggerak perekonomian Indonesia.
Pergerakan Kurs Dolar AS di Bank-Bank Besar
Dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar ini, pergerakan kurs dolar AS di beberapa bank besar di Indonesia menunjukkan variasi. Berikut adalah rincian kurs jual dan beli dolar AS di Bank Central Asia (BCA), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia (BNI) pada hari ini, Senin (12/1/2026):
Kurs Dolar AS di BCA
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada pukul 10.26 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp16.843 dan harga jual sebesar Rp16.863 berdasarkan kurs e-rate.
Untuk transaksi melalui TT Counter, BCA menerapkan harga beli dolar AS di Rp16.698 dan harga jual di Rp16.998.
Sementara itu, untuk transaksi tunai melalui Bank Notes, BCA juga mencatat harga beli Rp16.698 per dolar AS dan harga jual Rp16.998 per dolar AS.
Kurs Dolar AS di BRI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) pada pukul 10.31 WIB menetapkan kurs beli dolar AS sebesar Rp16.843 dan kurs jual sebesar Rp16.879 untuk layanan e-rate.
Untuk transaksi melalui TT Counter, kurs beli dan jual dolar AS tercatat masing-masing sebesar Rp16.750 dan Rp16.950.
Kurs Dolar AS di Bank Mandiri
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada pukul 09.35 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp16.820 dan harga jual sebesar Rp16.850 untuk special rate.
Melalui TT Counter, Bank Mandiri menetapkan harga beli per dolar AS di Rp16.600 dan harga jual di Rp16.900, berdasarkan pembaruan pada pukul 09.38 WIB.
Untuk transaksi melalui Bank Notes, dengan pembaruan terakhir pukul 10.17 WIB, harga beli dolar AS ditetapkan sebesar Rp16.612 dan harga jual sebesar Rp16.923.
Kurs Dolar AS di BNI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) pada pukul 10.35 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp16.841 dan harga jual sebesar Rp16.871 berdasarkan special rates.
Untuk transaksi melalui TT Counter pada jam yang sama, nilai dolar AS untuk pembelian berada pada level Rp16.690 dan penjualan di Rp16.990.
Angka yang sama juga berlaku untuk transaksi melalui Bank Notes per pukul 10.35 WIB.
Pergerakan kurs ini mencerminkan dinamika pasar keuangan yang kompleks, di mana berbagai faktor terus memengaruhi nilai tukar mata uang. Investor dan pelaku pasar akan terus memantau perkembangan ekonomi domestik maupun global untuk mengantisipasi arah pergerakan rupiah di masa mendatang.






