Komitmen Transportasi Publik: 150 Bus Sekolah Berbasis Hino 300 Siap Dukung Pendidikan Nasional
Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor pendidikan dengan memastikan akses transportasi yang layak dan aman bagi para siswa. Melalui Kementerian Perhubungan, alokasi 150 unit bus sekolah berbasis sasis Hino 300 untuk tahun 2025 menjadi bukti nyata upaya tersebut. Kendaraan niaga ini akan didistribusikan ke pemerintah daerah dan berbagai lembaga pendidikan di seluruh penjuru negeri, dengan tujuan utama mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan angkutan yang tidak resmi, serta menjamin keselamatan para pelajar.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan pentingnya langkah ini. “Kami ingin memastikan para siswa mendapat akses transportasi laik dan aman sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif dan optimal,” ujar Menhub Dudy di Jakarta pada Senin, 12 Januari 2026. Komitmen ini tidak hanya menyentuh aspek umum, tetapi juga secara spesifik menyasar kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.
Dukungan Khusus untuk Sekolah Rakyat
Dari total 150 unit bus sekolah yang dialokasikan, sebanyak 28 unit secara khusus disiapkan untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat. Program prioritas pemerintah ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, memastikan bahwa latar belakang ekonomi tidak menjadi penghalang untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Armada bus ini akan disebar ke 17 provinsi, mencakup wilayah dari Aceh hingga Maluku Utara. Distribusinya akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik di masing-masing wilayah, demi pemerataan manfaat.
“Harapannya, bus ini dapat mendukung operasional Sekolah Rakyat dan meningkatkan akses pendidikan yang aman dan terjangkau bagi peserta didik,” imbuh Dudy, menekankan sasaran program ini.
Spesifikasi Teknis yang Mendukung Keamanan dan Efisiensi
Setiap unit bus sekolah ini dibangun di atas platform Hino 300 Series, sebuah nama yang sudah tidak asing lagi di segmen kendaraan komersial ringan. Sasis ini dipilih karena dikenal memiliki struktur ladder frame yang kokoh, namun tetap menawarkan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk operasional angkutan penumpang sehari-hari.
Di jantung setiap bus terdapat mesin diesel common rail berkapasitas sekitar 4.000 cc. Mesin ini dirancang untuk menghasilkan tenaga yang memadai, baik untuk operasional di perkotaan maupun di wilayah yang berkarakter perbukitan. Keunggulan utamanya terletak pada torsi bawah yang kuat, yang sangat berguna saat menanjak atau membawa beban penuh, serta efisiensi bahan bakar yang optimal.
Konfigurasi minibus atau mikrobus pada Hino 300 juga memberikan keuntungan signifikan dalam hal manuverabilitas. Radius putar yang relatif kecil memungkinkan kendaraan ini dengan mudah bergerak dan berputar di jalan-jalan sempit yang umum ditemukan di kawasan permukiman padat penduduk maupun lingkungan sekolah.
Untuk menunjang keselamatan, sistem pengereman dilengkapi dengan vacuum brake yang didukung oleh booster, memberikan daya henti yang responsif. Sementara itu, suspensi leaf spring dirancang khusus untuk menjaga stabilitas kendaraan saat membawa penumpang dalam jumlah penuh. Ini adalah faktor krusial yang menjadi pertimbangan utama demi keamanan para siswa yang akan menggunakan layanan ini.
Distribusi yang Merata dan Proses Seleksi yang Ketat
Selain 28 unit untuk Sekolah Rakyat, 60 unit bus lainnya akan diserahkan langsung kepada pemerintah daerah untuk dikelola dan dioperasikan, sementara 90 unit sisanya akan dialokasikan langsung ke lembaga-lembaga pendidikan. Seluruh proses penyaluran bantuan ini merujuk pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 69 Tahun 2025 tentang Alokasi Bantuan Bus Sekolah Ukuran Kecil.
Proses pengajuan dan seleksi proposal bantuan bus sekolah pada tahun 2025 tercatat cukup kompetitif. Kementerian Perhubungan menerima total 328 proposal bantuan. Namun, setelah melalui tahapan verifikasi kelengkapan data administrasi dan teknis, hanya 162 proposal yang dinyatakan memenuhi syarat. Dari jumlah tersebut, kuota 150 unit ditetapkan sebagai jumlah yang paling sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan dan anggaran yang tersedia.
Lebih dari Sekadar Transportasi: Sarana Edukasi Keselamatan
Kehadiran armada bus sekolah baru ini diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan mobilitas siswa, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi dini mengenai keselamatan berlalu lintas.
“Kami berharap dengan adanya bantuan bus sekolah, dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta didik tentang transportasi yang berkeselamatan,” pungkas Dudy. Dengan demikian, setiap perjalanan menggunakan bus sekolah menjadi sebuah pengalaman belajar yang berharga, menanamkan nilai-nilai keselamatan sejak usia dini kepada generasi penerus bangsa.






