Grand Tournament Mobile Legends: Bang Bang Goes to School 2025 di Surabaya Berakhir, Juara Raih Tiket ke M7 World Championship
SURABAYA – Perhelatan akbar Grand Tournament Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Goes to School 2025 di Surabaya telah resmi ditutup pada Minggu, 11 Januari. Ajang yang diikuti oleh para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan ini menghasilkan para juara yang tidak hanya menunjukkan kehebatan dalam bermain gim, tetapi juga berhak mendapatkan apresiasi lebih.
Tim NO NAME yang berasal dari Sekolah Dasar (SD) Manyar Sabrangan II berhasil keluar sebagai juara di kategori Sekolah Dasar. Sementara itu, tim NRV dari SMP Kristen Petra 1 tampil sebagai kampiun di kategori Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kemenangan ini bukan sekadar gelar juara, tetapi juga membuka pintu bagi mereka untuk mendapatkan dukungan pendidikan serta kesempatan emas untuk terbang ke Jakarta menyaksikan langsung turnamen esports Mobile Legends: Bang Bang tingkat dunia, yaitu M7 World Championship.
Turnamen ini merupakan puncak dari rangkaian program MLBB Goes to School yang digagas oleh MOONTON Games Indonesia. Program inovatif ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya dan diselenggarakan bersama Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Tujuannya jelas, yakni menjadikan esports sebagai model pengembangan yang aman, terarah, dan berlandaskan pendidikan.
Guru sebagai Penggerak Utama dalam Ekosistem Esports Pendidikan
Salah satu filosofi kunci di balik MLBB Goes to School adalah menempatkan peran guru sebagai motor penggerak utama dalam ekosistem esports di lingkungan sekolah. Pendekatan ini sangat penting untuk memastikan bahwa aktivitas bermain gim, termasuk dalam konteks turnamen kompetitif, tetap selaras dengan upaya pembentukan karakter siswa, penanaman nilai kedisiplinan, serta menjaga tanggung jawab akademik mereka. Dengan demikian, esports tidak hanya dilihat sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai sarana pengembangan diri yang positif.
Hasil Lengkap Turnamen: Persaingan Sengit di Setiap Kategori
Persaingan di kategori Sekolah Dasar (SD) berlangsung sangat ketat hingga babak akhir. Setelah melalui pertandingan yang memukau, tim NO NAME berhasil mengungguli para pesaingnya.
- Juara Kategori SD: NO NAME (SD Manyar Sabrangan II)
- Juara Kedua Kategori SD: Arpelulas Esports Club A (SDN Petemon XIII/361)
- Juara Ketiga Kategori SD: The Dark Shadow (SDN Tandes Kidul I/110)
- Juara Keempat Kategori SD: FTM Pride (SDIT Al-Fathimiyah)
Sementara itu, di kategori Sekolah Menengah Pertama (SMP), tim NRV dari SMP Kristen Petra 1 menunjukkan performa yang sangat konsisten sepanjang gelaran turnamen. Mereka berhasil mengunci gelar juara setelah menampilkan permainan gemilang dan mengalahkan tim Zholik Esports dari SMP Negeri 29 Surabaya di partai puncak.
Lebih dari Sekadar Kemampuan Bermain: Sportivitas dan Kedisiplinan Menjadi Kunci
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menekankan pentingnya penciptaan lingkungan yang positif dalam setiap kegiatan esports yang melibatkan pelajar. “MLBB Goes to School dilaksanakan untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya bermain game secara sehat sekaligus mengembangkan bakat mereka di bidang esports,” ujar Febrina.
Beliau menambahkan bahwa penilaian dalam turnamen ini tidak semata-mata didasarkan pada kemampuan individu dalam bermain gim. Aspek-aspek lain yang tidak kalah penting turut menjadi pertimbangan utama.
- Sportivitas: Menghargai lawan dan mengikuti aturan permainan dengan adil.
- Kerja Sama Tim: Kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan anggota tim untuk mencapai tujuan bersama.
- Kedisiplinan: Kepatuhan terhadap jadwal, aturan, dan arahan yang diberikan.
- Pengendalian Emosi: Kemampuan untuk tetap tenang dan berpikir jernih di bawah tekanan pertandingan.
Aspek-aspek inilah yang menjadi penanda bahwa esports yang dikembangkan melalui program ini berorientasi pada pembentukan karakter unggul.
Rangkaian Program yang Komprehensif: Dari Pelatihan Guru hingga Final Tingkat Kota
Rangkaian MLBB Goes to School dimulai dengan kompetisi internal yang diadakan di sekolah-sekolah yang berpartisipasi dalam Program MLBB Teacher Ambassador. Melalui program ini, para guru dari jenjang SD dan SMP mendapatkan pelatihan khusus untuk membekali mereka dengan kemampuan memimpin aktivitas gaming yang sehat, terarah, dan edukatif bagi para siswanya.
Setelah tahap seleksi di tingkat sekolah, turnamen berlanjut ke fase antarkota yang dilaksanakan pada periode 1 hingga 19 Desember 2025. Puncak dari rangkaian kompetisi ini adalah babak semifinal dan grand final yang diselenggarakan di Tunjungan Plaza 3 Surabaya pada tanggal 8 hingga 11 Januari 2026.
Ajang ini menjadi penyelenggaraan perdana di Surabaya sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur, yang melibatkan partisipasi aktif dari ratusan siswa, guru, orang tua, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Dukungan dari Tingkat Provinsi: Harapan untuk Perluasan Jangkauan
Dukungan terhadap program ini tidak hanya datang dari pemerintah kota, tetapi juga dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jatim, M. Hadi Wawan Guntoro, menyampaikan apresiasinya yang tinggi. “Kami mengapresiasi MOONTON Games yang menjadikan Jawa Timur sebagai lokasi percontohan. Kami berharap kegiatan positif ini dapat menjangkau seluruh 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur,” ujarnya.
Harapan ini menunjukkan potensi besar MLBB Goes to School untuk menjadi program nasional yang dapat memberikan dampak positif luas bagi pengembangan esports berbasis pendidikan di seluruh Indonesia.
Komitmen MOONTON Games: Esports sebagai Sarana Pembelajaran Generasi Muda
Melalui program MLBB Goes to School, MOONTON Games kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan esports bukan hanya sebagai ajang kompetisi semata, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang efektif. Tujuannya adalah untuk mendorong lahirnya generasi pelajar yang tidak hanya mahir dalam teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang disiplin, kolaboratif, dan bertanggung jawab. Dengan total dukungan pendidikan yang mencapai lebih dari Rp50 juta, para juara tidak hanya mendapatkan pengakuan atas prestasi mereka, tetapi juga pengalaman berharga yang akan membentuk pandangan mereka terhadap dunia esports dan teknologi di masa depan.






