SURABAYA – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus memperkuat komitmen dalam mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Upaya tersebut disosialisasikan kepada publik melalui kegiatan Media Gathering bertajuk “Virtual Journey to Green Power: Menjelajah Energi Masa Depan” yang digelar di Ruang Majapahit Kantor PLN UID Jawa Timur, Jalan Embong Trengguli 19–21 Surabaya, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman jurnalis mengenai arah kebijakan energi bersih yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) serta perkembangan pembangkit EBT yang dikelola PLN di wilayah Jawa Timur.
General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir menjelaskan, RUPTL yang telah disahkan pemerintah membawa perubahan signifikan pada komposisi pembangunan pembangkit, di mana porsi energi bersih semakin diperbesar.
“Sebagaimana kita ketahui, RUPTL yang telah disahkan pemerintah beberapa waktu lalu cukup signifikan mendorong pembangunan pembangkit dari energi baru terbarukan. Program ini kami gelar untuk mendorong pengembangan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Ahmad.
Ia menambahkan, keterlibatan media dinilai penting agar informasi mengenai transformasi energi dapat tersampaikan lebih luas kepada masyarakat.
“Kami mengajak teman-teman media karena berharap pemberitaan tentang pengembangan EBT semakin masif. Melalui kegiatan virtual journey ini, rekan-rekan bisa melihat langsung bagaimana pembangkit EBT beroperasi meskipun secara virtual,” jelasnya.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak merasakan pengalaman digital menggunakan perangkat virtual reality (VR) untuk “mengunjungi” sejumlah pembangkit hijau, di antaranya PLTA Ijen, PLTA Banyuwangi, hingga PLTSa Benowo Surabaya.
“Teman-teman bisa melihat secara riil kondisi pembangkit, bagaimana proses produksinya, termasuk bagaimana di Benowo sampah diolah menjadi energi listrik,” paparnya.
Selain itu, PLN juga memperkenalkan sistem digital monitoring yang dimiliki Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Jawa Timur. Dari ruang kendali, petugas dapat memantau seluruh gardu induk, melakukan pengoperasian jaringan tegangan menengah 20 kV, hingga menangani gangguan secara cepat berbasis teknologi.
“Kita bisa memonitor aktivitas pemeliharaan dan pengoperasian gardu induk se-Jawa Timur. Jika terjadi gangguan, tindakan perbaikan dapat dilakukan lebih cepat melalui sistem digital,” tambah Ahmad.
Porsi EBT di Jatim Capai 3,5 Persen
Berdasarkan data PLN UID Jawa Timur, daya mampu sistem kelistrikan saat ini sekitar 10.000 MW, dengan kontribusi pembangkit berbasis EBT mencapai 293 MW atau sekitar 3,5 persen. Mayoritas pasokan listrik masih berasal dari pembangkit fosil seperti PLTU.
Meski demikian, PLN terus mendorong akselerasi EBT, terutama melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah Madura dan kepulauan.
“Untuk Jawa memang potensi PLTA mulai terbatas karena faktor ekosistem dan ketersediaan debit air. Namun potensi surya sangat besar. Di Madura dan pulau-pulau berpenghuni kami banyak membangun PLTS,” terangnya.
PLN menargetkan pada tahun 2027 seluruh pulau berpenghuni di Madura telah menikmati listrik penuh 24 jam.
“Sekarang semua pulau berpenghuni di Madura sudah terlistriki, meski ada yang belum 24 jam. Target 2027 seluruhnya bisa beroperasi penuh,” kata Ahmad.
Terkait potensi energi dari sampah, Ahmad menilai Jawa Timur, khususnya Surabaya, memiliki peluang besar. PLTSa Benowo bahkan kerap menjadi rujukan daerah lain.
“PLTSa Benowo sering menjadi tempat benchmark provinsi lain karena sejak beroperasi hingga sekarang masih berjalan normal. Potensi sampah di kota-kota besar memang cukup menjanjikan untuk dikembangkan,”tutupnya.






