Membaca Masa Depan dari Aliran Sungai Binau

Teks Foto : Denyut air dari PLTM Bayu, jejak senyap energi hijau di jawa timur. (Humas PLN UID Jatim)

SURABAYA – Air mengalir pelan di lereng Banyuwangi, menabrak turbin, lalu berubah menjadi cahaya yang menerangi ribuan rumah. Di balik kesunyian aliran Sungai Binau, ada sebuah cerita tentang bagaimana energi masa depan Jawa Timur sedang dibangun tanpa asap, tanpa bising, hanya dengan ritme alam. Itulah wajah Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Bayu.

Cerita tentang pembangkit hijau itu mengemuka ketika PLN UID Jawa Timur menggelar Media Gathering “Virtual Journey to Green Power” di Surabaya, (15/01/26) Kamis, Melalui teknologi virtual, para jurnalis diajak menyusuri jantung pembangkit EBT, termasuk PLTM Bayu yang kini menjadi salah satu tulang punggung energi bersih di ujung timur Pulau Jawa.

General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir menyebut PLTM Bayu bukan sekadar proyek kelistrikan, melainkan simbol arah baru pengelolaan energi.

“RUPTL yang sudah disahkan pemerintah mendorong pembangunan pembangkit berbasis energi baru terbarukan secara signifikan. PLTM Bayu adalah bagian dari langkah itu—mengoptimalkan potensi lokal menjadi listrik yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tuturnya.

Berbeda dengan pembangkit berbahan fosil, PLTM Bayu bekerja nyaris tanpa jejak polusi. Aliran air diubah menjadi energi mekanik, memutar turbin, lalu dikonversi menjadi listrik untuk ribuan pelanggan di Jawa Timur.

Baginya, kekuatan utama pembangkit ini justru terletak pada kesederhanaannya: memanfaatkan apa yang telah disediakan alam.

“Untuk Jawa memang tidak mudah mencari lokasi PLTA skala besar karena keterbatasan ekosistem dan debit air. Tapi minihidro seperti Bayu membuktikan bahwa potensi air tetap bisa dioptimalkan dengan skala yang tepat,” jelasnya.

Ia menambahkan, kehadiran PLTM Bayu memperkaya portofolio EBT PLN yang juga meliputi surya, biomassa, hingga sampah kota. Semua diarahkan pada satu tujuan: menurunkan ketergantungan terhadap energi fosil.

Dalam kegiatan virtual journey, PLN tak hanya bicara kapasitas, tetapi juga transparansi proses. Dari ruang kendali di Surabaya, operasional pembangkit dapat dipantau secara digital tegangan, produksi, hingga performa jaringan.

Ahmad berharap keterbukaan itu membuat publik melihat EBT bukan sebagai konsep jauh di atas kertas, melainkan teknologi yang benar-benar bekerja.

“Kami mengajak media agar bisa menyaksikan langsung, meski secara virtual, bagaimana pembangkit EBT beroperasi. Semakin banyak yang memahami, semakin kuat dukungan terhadap transisi energi,” katanya.

Di tengah target besar transisi energi nasional, PLTM Bayu mungkin tampak kecil dibanding raksasa PLTU. Namun justru di sanalah maknanya: perubahan tak selalu dimulai dari yang megah, melainkan dari langkah-langkah terukur.

Air yang mengalir di Banyuwangi hari ini bukan hanya menggerakkan turbin. Ia menggerakkan harapan bahwa listrik Jawa Timur kelak semakin hijau, semakin bersih, dan semakin berpihak pada masa depan.