Aprilia memulai musim balap 2025 dengan catatan impresif, keberhasilan mereka terbukti dengan empat kemenangan Grand Prix dan posisi runner-up di klasemen konstruktor. Momentum positif ini sebagian besar didorong oleh performa gemilang Marco Bezzecchi, yang bergabung dengan tim VR46 Ducati. Bezzecchi, yang dipercaya memimpin proyek di tim tersebut, berhasil meraih tiga kemenangan yang membawanya finis di posisi ketiga klasemen akhir.
Namun, musim 2025 juga diwarnai dengan tantangan bagi Jorge Martin. Meski diakui sebagai rekrutan terbesar untuk musim 2025, terutama setelah Ducati merekrut Marc Marquez ke tim pabrikannya, Martin mengalami serangkaian cedera yang menghambat penampilannya. Perjalanan musimnya dimulai dengan cedera pada lap ke-13 saat tes pramusim pertama di Sepang. Masalah ini berlanjut dengan cedera susulan saat latihan, yang membuatnya harus absen di tiga seri pembuka. Kecelakaan serius ketiga terjadi di Qatar, kembali memaksanya menepi hingga seri terakhir sebelum jeda musim panas.
Situasi ini sempat memicu ketegangan, di mana Martin dikabarkan berusaha untuk keluar dari tim karena merasa kinerjanya tidak sesuai dengan ekspektasi kontraknya dengan Aprilia. Namun, tim asal Noale, Italia, menolak permohonan tersebut dan bahkan mengancam akan mengambil tindakan hukum. Akhirnya, Martin menyetujui untuk tetap berkomitmen pada tahun kedua kontraknya.
Peluncuran Livery 2026: Harapan Baru Aprilia
Menghadapi musim 2026, Aprilia secara resmi memperkenalkan livery terbarunya pada hari Kamis di studio Sky Sports, Milan, Italia. Peluncuran ini dihadiri oleh kedua pembalap andalan mereka, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, yang sama-sama menunjukkan antusiasme menyambut musim yang akan datang.
Massimo Rivola, CEO Aprilia, menyatakan optimisme tinggi dalam menghadapi musim 2026. “Kami menghadapi musim 2026 dengan kesadaran penuh tentang siapa kami dan ke mana kami ingin menuju,” ujar Rivola. Ia menambahkan bahwa musim 2025 yang solid telah memungkinkan tim untuk mencapai tingkat daya saing yang sangat tinggi, dan kini, tujuan utamanya adalah untuk bertarung memperebutkan kemenangan di setiap balapan.
Rivola juga memaparkan strategi tim yang akan berjalan di dua jalur berbeda. “Di satu sisi, kami ingin melanjutkan dari level yang sama seperti yang kami capai di akhir musim lalu bersama Marco,” jelasnya. “Dan di sisi lain, kami akan membangun banyak hal bersama Jorge.” Keyakinan tim terhadap potensi RS-GP26 sangat besar, dan mereka yakin bahwa motor tersebut, bersama dengan kemampuan para pembalapnya, akan mampu memberikan performa terbaik.
Perubahan Nomor Balap dan Jadwal Peluncuran Livery Tim Lain
Jorge Martin, yang sempat menggunakan nomor 1 di musim lalu meskipun hanya dalam tujuh Grand Prix, memutuskan untuk kembali menggunakan nomor 89, nomor yang identik dengan identitas balapnya sebelumnya.
Aprilia menjadi tim ketiga yang telah memperkenalkan livery mereka untuk musim 2026. Sebelumnya, tim Pramac dan VR46 telah lebih dulu meluncurkan corak warna baru mereka.
Jadwal peluncuran livery tim-tim lain untuk musim 2026 pun semakin padat:
* 19 Januari: Ducati
* 21 Januari: Tim pabrikan Yamaha dan Trackhouse
* 27 Januari: KTM dan Tech3 (peluncuran bersama)
* 31 Januari: Gresini
* 1 Februari: LCR
* 2 Februari: Tim pabrikan Honda
Dengan persiapan yang matang dan semangat baru, Aprilia siap menghadapi tantangan musim 2026 dengan optimisme yang tinggi. Kombinasi pengalaman Bezzecchi dan potensi Martin, didukung oleh pengembangan motor RS-GP26 yang terus berlanjut, diharapkan dapat membawa Aprilia bersaing di barisan terdepan MotoGP.






