Ryan Garcia akhirnya berhasil mewujudkan ambisi besarnya di dunia tinju profesional dengan merebut sabuk juara kelas welter WBC (World Boxing Council). Kemenangan gemilang ini diraihnya setelah menaklukkan petinju tangguh asal Amerika, Mario Barrios, di T-Mobile Arena, Las Vegas, pada Minggu, 22 Februari 2026. Gelar ini menjadi penanda penting dalam karier Garcia, yang sebelumnya sempat meraih gelar interim kelas ringan WBC pada tahun 2021.
Kemenangan Garcia atas Barrios bukan hanya sekadar perebutan gelar, tetapi juga penebusan atas penampilan kurang memuaskan yang sempat ia tunjukkan saat menghadapi Rolly Romero pada Mei 2025 lalu. Kali ini, Garcia tampil jauh lebih dominan dan menunjukkan seluruh kemampuannya yang selama ini mungkin jarang disorot oleh para pengamat tinju.
Dominasi Garcia Sejak Ronde Awal
Sejak bel awal dibunyikan, Ryan Garcia langsung menunjukkan niatnya untuk mengakhiri pertandingan dengan cepat. Petinju asal California ini memulai pertarungan dengan agresivitas tinggi. Strategi ini membuahkan hasil instan ketika sebuah pukulan keras tangan kanannya berhasil menjatuhkan Mario Barrios hanya dalam waktu 30 detik pertama.
Meskipun Barrios berhasil bangkit, tekanan dari Garcia tidak berhenti. Pukulan-pukulan bertubi-tubi dilancarkan Garcia sepanjang 12 ronde. Kecepatan dan variasi serangan yang dilancarkan Garcia terbukti terlalu sulit untuk diatasi oleh Barrios. Petinju yang sebelumnya pernah menahan imbang legenda tinju Manny Pacquiao ini tampak kesulitan mengimbangi intensitas permainan Garcia di atas ring.
Penampilan yang Membuktikan Kemampuan Penuh
Setelah pertandingan, Ryan Garcia mengungkapkan rasa puasnya atas penampilan yang ia tunjukkan. Ia merasa telah berhasil membuktikan seluruh kemampuannya yang selama ini mungkin belum sepenuhnya terlihat oleh publik.
“Oh ya, itu salah satu yang ingin saya tunjukkan, seluruh kemampuan saya,” ujar Garcia. “Saya percaya itu seperti sebuah kelas master, tetapi sejujurnya, saya seharusnya mendapatkan KO.”
Garcia juga melakukan evaluasi diri terkait penyelesaian pertandingan. Ia merasa seharusnya bisa mengakhiri pertarungan lebih cepat, meskipun menyadari bahwa ia telah membuat lawannya terluka berkali-kali.
“Saya harus menilai diri saya sendiri dalam hal itu. Saya membuatnya terluka berkali-kali, tetapi tangan kanan saya juga terluka,” jelasnya.
Lebih lanjut, Garcia menekankan bahwa kemenangannya bukan hanya berasal dari kekuatan pukulan tangan kirinya, yang selama ini sering menjadi sorotan. Ia ingin membuktikan bahwa pukulan tangan kanannya juga memiliki kekuatan yang mematikan.
“Kawan, bukan hanya pukulan hook kiri saja. Kalian semua bilang cuma pukulan hook kiri saja sepanjang waktu. Kalian lihat juga pukulan tangan kanan saya malam ini,” tegasnya, menunjukkan bahwa ia memiliki arsenal serangan yang lebih lengkap dari yang diperkirakan banyak orang.
Tantangan Baru: Shakur Stevenson
Dengan sabuk juara WBC di tangannya, Ryan Garcia tidak berlama-lama untuk memikirkan langkah selanjutnya. Alih-alih mengincar duel balas dendam melawan Devin Haney, Garcia justru mengarahkan pandangannya pada tantangan yang lebih besar dan menarik. Ia secara terbuka menantang juara kelas welter junior WBO dan Ring, Shakur Stevenson.
Shakur Stevenson, yang hadir menyaksikan pertandingan di bangku penonton, menjadi sasaran tantangan langsung dari “The Flash”, julukan Garcia. Stevenson sendiri dikenal sebagai petinju yang belum terkalahkan dalam 25 pertarungan profesionalnya, dengan rekor 11 kemenangan KO dan 14 kemenangan melalui keputusan juri.
“Kalian tahu siapa yang saya inginkan,” seru Garcia dengan penuh keyakinan. “Dia ada di sana. Shakur Stevenson, ayo.”
Garcia menegaskan ambisinya untuk menjadi juara sejati dan tidak gentar menghadapi siapa pun. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu menghadapi tantangan terbesar di kancah tinju dunia.
“Mari kita selesaikan ini. Saya ingin menjadi juara hebat, dan saya tidak takut apa pun,” ucap Garcia. “Saya pernah melawan Devin Haney, saya akan melawan Shakur Stevenson, ayo kita mulai!…”
Ia secara spesifik memanggil Shakur Stevenson, menunjukkan bahwa pertarungan ini adalah sesuatu yang sangat ia inginkan.
“Aku ingin pertarungan itu. Shakur, ayo kita bertarung. Aku melihatmu. Aku suka topi itu. Kau terlihat keren, tetapi aku ingin pertarungan yang sesungguhnya. Ayo kita mulai!” pungkasnya, memberikan sinyal jelas kepada Stevenson dan dunia tinju bahwa duel akbar ini sangat mungkin terjadi di masa mendatang.






