PSIM Yogyakarta Siap Hadapi Laga Malam Perdana di Stadion Sultan Agung
PSIM Yogyakarta tengah mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi pertandingan krusial melawan Bali United dalam lanjutan BRI Liga 1. Laga yang akan digelar di Stadion Sultan Agung (SSA) pada Senin, 23 Februari, ini memiliki nilai strategis tersendiri, mengingat ini adalah kali pertama PSIM Yogyakarta akan bertanding di malam hari pada musim ini.
Jadwal Pertandingan yang Disesuaikan dengan Ramadan
Pertandingan ini dijadwalkan akan dimulai pada pukul 20.30 WIB. Penyesuaian jadwal ini dilakukan untuk mengakomodasi pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan, memastikan para pemain, ofisial, serta suporter dapat menjalankan kewajiban agama mereka dengan baik.
Persiapan Teknis dan Keamanan yang Ditingkatkan
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Yogyakarta, Wendy Umar Seno Aji, menegaskan bahwa pihaknya telah menyelesaikan berbagai persiapan teknis untuk memastikan kelancaran pertandingan. Salah satu fokus utama adalah memastikan kualitas pencahayaan lapangan.
“Kami memastikan pencahayaan lapangan telah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh operator liga,” ujar Wendy.
Selain pencahayaan di dalam lapangan, Panpel juga memberikan perhatian ekstra pada area di luar stadion, khususnya di sekitar area parkir.
“Kami akan menambah sekitar 20 titik lampu di seputaran area parkir Stadion Sultan Agung. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi kendaraan maupun pengunjung yang hadir,” jelas Wendy pada Sabtu, 21 Februari.
Menjaga Kondusivitas di Bulan Ramadan
Mengingat pertandingan ini dilangsungkan pada malam hari di bulan Ramadan, menjaga kondusivitas menjadi prioritas utama. Wendy menekankan pentingnya koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak.
“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak kepolisian dan wadah-wadah suporter. Tujuannya agar pergerakan massa pendukung tidak sampai mengganggu ketertiban umum,” katanya.
Harapan besar disematkan agar kedatangan dan kepulangan para pendukung PSIM Yogyakarta berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah.
Pelajaran dari Insiden Sebelumnya
Dalam kesempatan yang sama, Wendy juga menyinggung insiden pelemparan kembang api yang terjadi di hotel tempat tim Persis Solo menginap pada pertandingan sebelumnya. Peristiwa tersebut berujung pada sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, sebuah kerugian yang tidak ingin diulangi oleh manajemen PSIM Yogyakarta.
Ia berharap insiden tersebut dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen suporter.
- Menjaga Nama Baik Klub: Suporter diharapkan dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga nama baik klub di mata publik.
- Menjaga Kenyamanan Wilayah: Tindakan yang tidak bertanggung jawab dapat merusak citra dan kenyamanan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kedewasaan para suporter sangat diharapkan agar pertandingan besar melawan Bali United ini dapat berjalan sukses, terhindar dari denda maupun sanksi lanjutan.
PSIM Yogyakarta berkomitmen untuk menyajikan pertandingan yang menarik sekaligus menjaga ketertiban dan kenyamanan bagi semua pihak yang terlibat. Dukungan positif dan sportif dari suporter akan menjadi faktor penentu keberhasilan pelaksanaan laga ini.






