Daerah  

Jenderal Sulsel: Kilau Karier Irfan Amir & Faridah Faisal di TNI

Jejak Sang Jenderal Asal Sulawesi Selatan: Irfan Amir dan Faridah Faisal, Kebanggaan Bumi Angin Mammiri

Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menorehkan prestasi di kancah militer Indonesia dengan munculnya dua perwira tinggi berbintang, Brigadir Jenderal (Brigjen) Irfan Amir dan Brigadir Jenderal (Brigjen) Faridah Faisal. Keduanya, dengan latar belakang dan jalur karier yang berbeda, telah membuktikan dedikasi dan kompetensi mereka hingga mencapai puncak karir di Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa putra dan putri daerah Sulsel mampu bersaing dan berkontribusi besar bagi pertahanan dan keamanan negara.

Brigjen Irfan Amir: Dari Jeneponto ke Puncak Karier Militer

Brigjen Irfan Amir, seorang perwira TNI yang lahir di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada tanggal 7 Desember 1978, telah resmi meraih pangkat bintang pada 3 Februari 2026. Perjalanan kariernya di militer patut diapresiasi. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2000, yang kemudian melanjutkan pendidikannya di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Sebelum menorehkan prestasi pecah bintang, Irfan Amir telah menduduki berbagai posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat II Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Jabatan ini memiliki peran krusial dalam memberikan masukan, kajian, dan pertimbangan kepada KSAD mengenai berbagai bidang yang spesifik. Promosi menjadi jenderal bintang satu diraihnya setelah ditugaskan sebagai Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) XV/Pattimura.

Karakter militan dan pantang menyerah telah ia tunjukkan sejak usia muda. Keberhasilannya menembus seleksi masuk Akmil Magelang menjadi gerbang awal menuju karier militernya. Setelah lulus dari Akmil, ia melanjutkan pendidikan di Kopassus, satuan elite yang dikenal dengan pelatihan keras dan misi-misi berisiko tinggi.

Serang, markas Grup 1 Kopassus, bukanlah tempat yang asing bagi Irfan Amir. Di satuan inilah ia pertama kali ditempatkan saat masih berpangkat Letnan Dua. Perjalanan kariernya di Kopassus terus berlanjut, termasuk penugasan di Grup 3 Kopassus dengan posisi terakhir sebagai Wakil Komandan Batalyon-32 Grup 3 Kopassus.

Berbagai penugasan penting telah ia jalani, memperkaya pengalaman dan kemampuannya. Ia pernah menjabat sebagai Pabanda Lid Sintel Kopassus (2014), Pabanda Bhakti TNI Ster Kopassus (2016), dan Kasi Pers Grup B Paspampres (2017). Pengalamannya bertugas di tanah kelahirannya sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) 1425/Jeneponto pada tahun 2019 juga meninggalkan kesan mendalam. Saat itu, ia aktif menularkan semangat pentingnya menjaga kelestarian alam dan menanam pohon.

Setahun kemudian, ia kembali ke Korps Baret Merah dengan posisi sebagai Waaster Danjen Kopassus, sebelum akhirnya menjabat sebagai Aster Kopassus. Pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam memimpin Grup 1 Kopassus. Sejumlah misi penting di dalam dan luar negeri, termasuk penugasan di Kompi Parako 13 Aceh, Satgas Merpati Kodam VII/Wirabuana, serta Satgas Namengkawi di Papua, telah membentuknya menjadi seorang pemimpin yang tangguh. Irfan Amir merupakan ayah dari tiga orang anak dari pernikahannya dengan Wahyuni Burhanuddin.

Brigjen Faridah Faisal: Perintis Perempuan di Puncak Pengadilan Militer

Brigjen Faridah Faisal, seorang perwira tinggi perempuan asal Makassar, Sulawesi Selatan, telah mencetak sejarah baru di lingkungan peradilan militer Indonesia. Ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Pengadilan Militer Utama (Kadilmiltama) sejak 9 Februari 2026, menjadikannya sebagai Kadilmiltama ke-11 dan perempuan pertama yang menduduki posisi prestisius ini.

Lahir di Makassar pada 23 Juni 1968, Brigjen Faridah Faisal menghabiskan masa kecil dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah atas di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD 1 Wua-Wua, SMP Negeri 1 Kendari, dan SMA Negeri 1 Kendari angkatan 1983-1986. Wilayah tempat tinggalnya di Jalan Beringin, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, kini berlokasi strategis di sisi kiri Lippo Plaza Kendari.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, Brigjen Faridah melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi di Kota Makassar. Ia meraih gelar Sarjana Hukum (SH) dari Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar pada tahun 1991, dan kemudian melanjutkan pendidikan Magister Hukum (MH) di universitas yang sama pada tahun 2011.

Perjalanan kariernya di dunia militer berawal setelah ia lulus dari Fakultas Hukum Unhas. Ia mengikuti Sekolah Perwira Militer Wajib (Sepamilwa) angkatan 1992, yang kini dikenal sebagai Sekolah Perwira Prajurit Karier (Sepa PK TNI). Ia berasal dari kecabangan Korps Hukum (Chk).

Dengan pangkat Letnan Satu (Lettu) TNI, Brigjen Faridah memulai kariernya di Komando Hukum Daerah Militer (Kumdam) VII Wirabuana di Makassar. Pengalamannya dalam bidang hukum militer sangat luas, membawanya menduduki berbagai jabatan strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Pengadilan Militer (Kadilmil) II-11 Yogyakarta, Kadilmil III-16 Makassar, Kepala Pengadilan Tinggi Militer (Kadilmilti) III Surabaya, hingga Kadilmilti II Jakarta.

Sebelum menjabat sebagai Kadilmiltama, Brigjen Faridah Faisal juga pernah menduduki posisi sebagai Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung, dan Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama sejak 27 Mei 2025. Dengan penunjukannya sebagai Kadilmiltama, ia kini bertanggung jawab atas pengawasan penyelenggaraan peradilan di seluruh lingkungan Pengadilan Militer, Pengadilan Militer Tinggi (Dilmilti), dan Pengadilan Militer Pertempuran se-Indonesia.

Pengadilan Militer Utama memiliki peran penting dalam menjaga tegaknya hukum dan keadilan di lingkungan TNI. Brigjen Faridah Faisal telah menangani sejumlah kasus besar yang menarik perhatian publik, menunjukkan ketegasannya dalam menegakkan hukum. Di antaranya adalah kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Kolonel Inf Priyanto terhadap sejoli Handi dan Salsabila di Jawa Barat pada tahun 2021, serta kasus Tragedi Cebongan yang melibatkan Serda Ucok Tigor Simbolon.

Biodata Brigjen Faridah Faisal:

  • Data Diri:

    • Nama: Brigjen TNI Faridah Faisal SH MH
    • Lahir: Makassar, 23 Juni 1968 (usia 57 tahun)
    • Suami: Ir Hendro Budi MSi
    • Anak: Fadil Cakra P, Dwi Bimo W, Jeimima Amelia P
  • Pendidikan Umum:

    • SDN 1 Wua-Wua Kendari (1980)
    • SMPN 1 Kendari (1983)
    • SMAN 1 Kendari (1986)
    • S1 Fakultas Hukum Unhas Makassar (1991)
    • S2 Hukum Unhas (2011)
  • Pendidikan Militer:

    • Sepamilwa (1992)
    • SekalihpaKum (1997)
    • Suspaminmildata (1999)
    • Selapa Kum (2001)
    • Susjabkimmil (2004)
  • Riwayat Karier Singkat:

    • Pama Kumdam VII/Wirabuana (1991)
    • Berbagai jabatan di lingkungan Kumdam VII/Wirabuana dan pengadilan militer di berbagai daerah.
    • Kadilmil II-11 Yogyakarta (2012)
    • Waka Dilmil III-12 Surabaya (2014)
    • Kadilmil III-16 Makassar (2015)
    • Kadilmilti III Surabaya (2021)
    • Kadilmilti II Jakarta (2022)
    • Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung (2024)
    • Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama (2025)
    • Kepala Pengadilan Militer Utama (2026)

Kedua jenderal asal Sulawesi Selatan ini menjadi inspirasi dan kebanggaan bagi masyarakat Sulsel, serta membuktikan bahwa perempuan memiliki peran yang sama pentingnya dalam membangun dan menjaga kedaulatan bangsa di berbagai lini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *