AC Milan Tergelincir di Kandang Sendiri, Parma Curi Poin Penuh Berkat Gol Menit Akhir
AC Milan harus menelan pil pahit di hadapan pendukungnya sendiri. Dalam laga yang digelar di San Siro pada Senin, 23 Februari 2026 dini hari WIB, Rossoneri takluk secara mengejutkan dari tim tamu, Parma, dengan skor tipis 0-1. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Milan untuk memangkas jarak poin dengan pemuncak klasemen Serie A, Inter Milan. Saat ini, jarak kedua tim semakin melebar menjadi 10 poin, sebuah angka yang cukup signifikan untuk dikejar di sisa musim.
Di sisi lain lapangan, pelatih Parma, Carlos Cuesta, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya terhadap performa anak asuhnya. Ia memuji setinggi langit kemampuan para pemainnya dalam menjaga konsentrasi dan fokus sepanjang pertandingan. Disiplin inilah yang akhirnya berbuah manis dengan gol tunggal yang tercipta di menit-menit akhir pertandingan.
Gol semata wayang Parma baru tercipta pada menit ke-80. Selama 79 menit sebelumnya, tim tamu bermain dengan kesabaran luar biasa, menahan gempuran ofensif Milan yang terus dilancarkan. Pendekatan taktis ini terbukti jitu, memanfaatkan momen krusial untuk memecah kebuntuan.
“Sungguh tidak mudah untuk mempertahankan konsentrasi selama menit-menit melawan tim sekuat Milan, apalagi di stadion sebesar ini,” ujar Cuesta usai pertandingan, menggambarkan betapa beratnya tantangan yang dihadapi timnya.
Pelatih asal Spanyol ini mengakui betapa sulitnya anak-anak asuhnya dalam meredam permainan dominan Milan yang menguasai jalannya pertandingan. Statistik menunjukkan betapa timpangnya penguasaan bola, di mana Milan mampu menguasai bola hingga 64 persen, sementara Parma hanya mampu mengumpulkan 34 persen.
Namun, Cuesta menyoroti mental baja para pemainnya yang berkali-kali mampu bangkit dan mengorganisir pertahanan tim setelah menerima serbuan demi serbuan dari tuan rumah. Kemampuan untuk tidak panik di bawah tekanan menjadi kunci keberhasilan Parma dalam meredam gelombang serangan Milan.
Statistik Pertandingan yang Mencolok
Analisis statistik pertandingan semakin memperjelas dominasi Milan dalam hal peluang, namun ironisnya, mereka gagal mengkonversinya menjadi gol. Milan tercatat menciptakan total 23 peluang ke gawang Parma, sebuah angka yang sangat impresif. Namun, tidak ada satupun dari peluang tersebut yang berujung pada gol.
Sebaliknya, Parma yang bermain lebih efisien, hanya mampu menciptakan total 7 peluang. Dari jumlah tersebut, 4 peluang mengarah tepat ke gawang Milan, dan hanya satu yang berhasil merobek jala gawang. Gol penentu kemenangan Parma dicetak melalui sundulan akurat dari Mariano Troilo.
Yang menarik, proses terciptanya gol tersebut sempat diwarnai kontroversi. Awalnya, wasit tidak mengesahkan gol tersebut, menilai adanya pelanggaran dalam prosesnya. Namun, setelah meninjau ulang melalui Video Assistant Referee (VAR), yang memakan waktu hampir lima menit, wasit akhirnya memutuskan lain. Ia menyatakan tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh Valenti terhadap kiper Milan, Mike Maignan, sehingga gol Parma pun akhirnya disahkan.
“Berkali-kali kami menerima serangan dari Milan, namun hal itu tidak membuat para pemain kami gugup. Mereka bermain dengan mental yang luar biasa hingga akhirnya mampu memanfaatkan satu peluang emas yang ada menjadi gol,” tambah Cuesta, kembali menekankan pentingnya aspek mental dalam pertandingan tersebut.
Dampak Hasil Pertandingan bagi Klasemen
Hasil mengejutkan ini menjadi kekalahan kedua bagi AC Milan di Serie A setelah melalui 26 pertandingan tanpa terkalahkan. Pasukan asuhan Massimiliano Allegri ini masih tertahan di peringkat kedua klasemen dengan mengumpulkan 54 poin. Jarak dengan Inter Milan yang semakin kokoh di puncak klasemen kini menjadi tantangan besar bagi Milan.
Sementara itu, bagi Parma, kemenangan ini menjadi yang ketiga kalinya secara beruntun di Serie A. Raihan tiga poin penting ini membawa tim berjuluk Gialloblu tersebut mendaki klasemen dan kini mengumpulkan total 32 poin, menempatkan mereka di peringkat ke-12. Hasil ini tentunya memberikan suntikan moral yang besar bagi Parma dalam persaingan liga.






