IHSG Meroket ke 8.370, EXCL, MBMA, MDKA Pimpin Kenaikan

IHSG Meroket di Awal Pekan, Didorong Sentimen Positif Internasional

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ini dibuka dengan catatan yang sangat menggembirakan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan, melesat tajam sejak pembukaan perdagangan. Lonjakan ini dipicu oleh gelombang sentimen positif yang berasal dari pasar global, khususnya terkait keputusan penting dari Mahkamah Agung Amerika Serikat.

Mahkamah Agung AS baru-baru ini mengeluarkan putusan yang membatalkan pemberlakuan tarif resiprokal yang sebelumnya diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump. Keputusan ini disambut baik oleh pelaku pasar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, karena dianggap dapat meredakan ketegangan perdagangan internasional dan membuka kembali peluang bisnis yang lebih luas.

Mengutip data yang tercatat di Bursa Efek Indonesia melalui sistem RTI, IHSG pada Senin (23/2/2026) pukul 09.02 WIB berhasil menguat sebesar 98,44 poin, yang setara dengan lonjakan impresif sebesar 1,19%. Hal ini membawa IHSG bertengger di level 8.370,21. Kenaikan yang solid ini menunjukkan optimisme yang tinggi dari para investor terhadap prospek pasar saham Indonesia di tengah kondisi ekonomi global yang mulai stabil.

Seluruh Sektor Berwarna Hijau, Menopang Penguatan IHSG

Salah satu indikator kuat dari meroketnya IHSG adalah fakta bahwa seluruh indeks sektoral yang ada di BEI pada pagi itu turut serta berada di zona hijau. Ini menandakan bahwa kenaikan tidak hanya terkonsentrasi pada beberapa sektor saja, melainkan merata di berbagai lini industri.

Sektor-sektor yang menunjukkan performa paling menonjol dan menjadi pendorong utama penguatan IHSG antara lain:

  • Sektor Barang Baku: Sektor ini menjadi salah satu yang terdepan dalam membukukan kenaikan, mengindikasikan permintaan yang kuat terhadap bahan mentah dan material dasar.
  • Sektor Energi: Lonjakan harga komoditas energi global kemungkinan besar turut mendongkrak performa sektor ini, seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi.
  • Sektor Keuangan: Kinerja positif di sektor perbankan dan lembaga keuangan lainnya memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan indeks.
  • Sektor Teknologi: Sektor yang terus berkembang pesat ini kembali menunjukkan ketahanannya dan menjadi salah satu penopang utama IHSG.
  • Sektor Barang Konsumen Non Primer: Kenaikan daya beli masyarakat terhadap barang-barang sekunder turut tercermin dari performa positif sektor ini.
  • Sektor Infrastruktur: Proyek-proyek pembangunan yang terus berjalan memberikan sentimen positif bagi sektor yang berkaitan dengan pembangunan fisik.
  • Sektor Properti dan Real Estate: Pasar properti yang mulai bergeliat kembali turut memberikan dorongan bagi indeks sektoral ini.
  • Sektor Barang Konsumen Primer: Sektor yang berkaitan dengan kebutuhan pokok ini juga mencatatkan kenaikan, menunjukkan stabilitas permintaan dari konsumen.

Aktivitas Perdagangan yang Sibuk

Volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada pagi itu tercatat sangat aktif, mencerminkan antusiasme para pelaku pasar. Total volume perdagangan mencapai 2,27 miliar lembar saham, dengan nilai transaksi yang menyentuh angka Rp 1,02 triliun. Tingginya volume dan nilai transaksi ini menegaskan bahwa likuiditas pasar dalam kondisi prima dan banyak investor yang aktif melakukan transaksi.

Penguatan IHSG ini didukung oleh pergerakan harga saham yang didominasi oleh saham-saham yang menguat. Sebanyak 358 saham berhasil mencatatkan kenaikan harga, sementara hanya 133 saham yang mengalami pelemahan. Sebanyak 195 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak menunjukkan perubahan harga, menandakan pasar yang cukup seimbang namun dengan bias positif yang kuat.

Saham-Saham Unggulan yang Menguat (Top Gainers LQ45)

Dalam daftar indeks LQ45, beberapa saham menunjukkan performa yang luar biasa dan menjadi penarik utama penguatan. Di antara saham-saham yang menjadi top gainers pada perdagangan awal pekan ini adalah:

  1. PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL): Saham ini mencatatkan kenaikan sebesar 3,53%, diperdagangkan pada harga Rp 3.230 per saham. Penguatan ini mengindikasikan adanya kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis telekomunikasi yang dijalankan oleh perusahaan ini.
  2. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA): Perusahaan yang bergerak di bidang material baterai ini juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 1,75%, mencapai harga Rp 870 per saham. Tren elektrifikasi kendaraan dan kebutuhan baterai yang terus meningkat tampaknya menjadi katalis positif bagi saham ini.
  3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Saham emiten tambang ini berhasil menguat 2,51%, diperdagangkan di level Rp 3.680 per saham. Kenaikan harga komoditas emas dan tembaga di pasar global turut berkontribusi pada penguatan saham ini.

Saham-Saham yang Mengalami Penurunan (Top Losers LQ45)

Meskipun pasar secara keseluruhan menunjukkan tren positif, beberapa saham dalam indeks LQ45 terpantau mengalami penurunan harga. Di antara saham-saham yang menjadi top losers pada perdagangan awal pekan ini adalah:

  1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Saham emiten yang bergerak di sektor energi ini mencatatkan penurunan sebesar 1,34%, diperdagangkan pada harga Rp 9.200 per saham. Penurunan ini bisa jadi dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas batubara atau faktor internal perusahaan.
  2. PT United Tractors Tbk (UNTR): Perusahaan yang bergerak di bidang alat berat dan pertambangan ini mengalami pelemahan tipis sebesar 0,49%, dengan harga saham Rp 30.575. Pergerakan ini mungkin mencerminkan koreksi minor setelah kenaikan sebelumnya atau sentimen pasar yang berfluktuasi.
  3. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA): Emiten di sektor agribisnis ini juga mencatat penurunan sebesar 0,42%, diperdagangkan pada harga Rp 2.370 per saham. Faktor-faktor seperti harga pakan ternak atau dinamika pasar produk olahan unggas bisa menjadi penyebab pelemahan ini.

Secara keseluruhan, pembukaan perdagangan pekan ini memberikan sinyal positif yang kuat bagi pasar modal Indonesia, didorong oleh sentimen global yang membaik dan kinerja sektor-sektor unggulan yang solid. Para pelaku pasar diharapkan dapat mencermati perkembangan lebih lanjut dan memanfaatkan peluang yang ada dengan bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *