BOGOR – Meski menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, semangat para atlet disabilitas yang tergabung dalam NPCI Kota Bogor tetap tinggi. Seluruh kontingen dari berbagai cabang olahraga (cabor) terus menjalani latihan rutin sebagai bagian dari persiapan menuju Peparda VII Tahun 2026.
Ketua pelatih sekaligus pengurus, Agus Hermawan, menegaskan bahwa latihan tetap berjalan dengan penyesuaian jadwal agar kondisi fisik atlet tetap terjaga selama Ramadhan.
“Walaupun bulan Ramadhan, para atlet tetap latihan. Intensitas memang kami atur, tapi semangat persiapan menuju Peparda VII 2026 tidak boleh kendor,” ungkap Agus Hermawan.
Menurutnya, konsistensi latihan menjadi kunci utama untuk menjaga performa atlet agar tetap kompetitif saat ajang olahraga disabilitas tingkat Provinsi Jawa Barat tersebut digelar nanti.
Ia menambahkan, para pelatih fokus pada peningkatan teknik, daya tahan, serta kesiapan mental atlet agar mampu bersaing dan meraih hasil maksimal.
Sementara itu, Sekretaris NPCI Kota Bogor, Jaelani, menyampaikan bahwa pihaknya juga mulai melakukan pendataan atlet yang akan berlaga di setiap cabang olahraga.
“Kami sedang mendata atlet yang akan turun di masing-masing cabor. Target tahun ini jelas, yaitu meningkatkan perolehan medali emas dan terus berprestasi membawa nama Kota Bogor sebagai Kota Harum di tingkat provinsi,” ujar Jaelani.
Ia optimistis dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, kontingen NPCI Kota Bogor mampu menunjukkan peningkatan prestasi dibandingkan kejuaraan sebelumnya.
Latihan selama Ramadhan juga menjadi bukti komitmen para atlet disabilitas untuk terus berjuang mengharumkan daerah, sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi di bidang olahraga.
Dengan semangat disiplin dan kebersamaan, NPCI Kota Bogor menargetkan tampil lebih kompetitif dan membawa pulang lebih banyak medali emas pada Peparda VII 2026 mendatang. (Zefferi)






