Akhirnya Punya Listrik Sendiri, 350 Warga Jatim Kini Terbantu Program PLN

SURABAYA – PT PLN (Persero) melakukan penyalaan sambung baru listrik bagi 350 warga prasejahtera di berbagai wilayah Jawa Timur melalui program Light Up The Dream (LUTD). Program ini berasal dari donasi para pegawai PLN yang secara sukarela membantu masyarakat yang belum memiliki akses listrik.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian insan PLN untuk membantu masyarakat prasejahtera mendapatkan akses listrik yang layak.

“Secara nasional ada sekitar 1.700 warga prasejahtera yang menerima bantuan melalui program ini, sementara untuk Jawa Timur sebanyak 350 warga,” kata Ahmad di Surabaya, Jumat.

Ia menegaskan PLN terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendukung pertumbuhan daerah, khususnya melalui peningkatan rasio elektrifikasi dan pemerataan akses listrik bagi masyarakat.

Menurut Ahmad, PLN siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk penyediaan akses energi listrik bagi warga yang belum teraliri listrik.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, Aris Mukiyono, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas konsistensi pelaksanaan program LUTD dari tahun ke tahun.

Ia menilai program tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat karena listrik menjadi kebutuhan dasar yang menunjang berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan ekonomi hingga proses belajar di rumah.

“Dengan adanya listrik, aktivitas masyarakat terutama ekonomi dan pembelajaran bisa berlangsung dengan lebih baik,” ujarnya.

Aris menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui sektor ESDM juga memiliki Program Pemasangan Listrik Gratis untuk Rumah Tangga Miskin (RTM). Pada tahun ini program tersebut menargetkan sekitar 35.000 penerima yang tersebar di sekitar 15 kabupaten di Jawa Timur.

“Nanti akan kita sinergikan. Pemerintah harus hadir ketika ada masyarakat yang belum memiliki listrik. Maka PLN bersama pemerintah hadir untuk menyejahterakan masyarakat,” katanya.

Salah satu penerima bantuan, Umiyati, warga Desa Made, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Selama ini ia mendapatkan penerangan dengan menyalur listrik dari rumah saudaranya.

Kondisi itu sudah berlangsung cukup lama sejak awal menempati rumah tersebut. Umiyati yang bekerja sebagai penjahit mengandalkan penerangan seadanya untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Terima kasih banyak PLN atas kepeduliannya untuk saya,” ujarnya.