News  

Ledakan Terowongan Proyek PLTA di India, Seluruh 25 Pekerja yang Terjebak Ditemukan Meninggal

INDIA – Seluruh pekerja yang sempat terjebak akibat ledakan di sebuah terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Distrik Namchi, Negara Bagian Sikkim, India, dipastikan meninggal dunia. Kepastian tersebut disampaikan otoritas setempat setelah operasi pencarian dan penyelamatan resmi berakhir pada Kamis, 23 Juli 2026.

Insiden itu terjadi pada Senin, 20 Juli 2026, di terowongan yang masih dalam tahap pembangunan di wilayah timur laut India. Sebanyak 25 pekerja terperangkap setelah terjadi ledakan yang memenuhi terowongan dengan asap tebal dan gas beracun.

Perusahaan listrik milik negara, National Hydroelectric Power Corporation (NHPC), menjelaskan ledakan diduga dipicu semburan mendadak gas metana yang berasal dari dalam lapisan bebatuan.

Ledakan tersebut menyebabkan para pekerja tidak dapat menyelamatkan diri karena akses keluar tertutup kepulan asap pekat dan paparan gas beracun.

Dari total korban meninggal, sebanyak 19 orang diketahui merupakan pekerja Patel Engineering Limited yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut.

Operasi pencarian dan evakuasi berlangsung selama empat hari dengan melibatkan berbagai lembaga penyelamat. Seluruh korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dalam terowongan.

“Secara tragis, seluruh 25 orang tersebut meninggal dunia, dan jenazah mereka berhasil dievakuasi selama operasi berlangsung,” demikian pernyataan resmi pihak berwenang.

Hasil penyelidikan sementara mengindikasikan ledakan dipicu oleh kebocoran gas yang mudah terbakar. Meski demikian, otoritas menegaskan penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi mendalam yang dilakukan tim ahli. (Feri)