Kaligrafi Jadi Media Kreatif Tanamkan Nilai Positif di FESyar Regional Jawa 2026

Teks Foto : Sebanyak 30 peserta menuangkan kreativitas melalui karya kaligrafi kontemporer dalam rangkaian FESyar Regional Jawa 2026 yang berlangsung 25–27 September 2026 di Grand City Surabaya. (ist)

SURABAYA – Kanvas dan warna menjadi medium bagi 30 peserta lomba kaligrafi kontemporer untuk menuangkan kreativitas sekaligus pesan-pesan positif dalam rangkaian Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa (FESyar) 2026.

Kegiatan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur tersebut menjadi bagian dari rangkaian FESyar Regional Jawa 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 25–27 September 2026, di Grand City Surabaya.

Di balik kompetisi seni tersebut, Bank Indonesia membawa pesan bahwa penguatan ekonomi dan keuangan syariah tidak hanya berbicara mengenai aspek ekonomi, tetapi juga dapat dilakukan melalui pendekatan kreatif yang dekat dengan generasi muda.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Agung Budi Laksono, mengatakan setiap kegiatan dalam FESyar diharapkan memberikan manfaat dan meninggalkan pesan yang dapat diterapkan masyarakat.

“Harapan kami kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tidak sekadar perlombaan, tetapi ada nilai-nilai yang bisa kita dapatkan dan kita sampaikan kepada masyarakat,” ujar Agung dalam sambutannya.

Menurutnya, kaligrafi kontemporer memiliki ruang yang luas untuk menyampaikan pesan melalui perpaduan seni, warna, bentuk, dan tulisan. Karena itu, karya peserta diharapkan tidak berhenti pada aspek estetika, tetapi juga mampu membawa makna yang dapat menginspirasi orang lain.

“Tidak hanya menulis, tidak hanya menggambar, tidak hanya memainkan warna, tetapi kami berharap karya teman-teman di sini mempunyai nilai-nilai positif dan ada pesan-pesannya,” katanya.

Agung menilai kreativitas yang ditampilkan peserta dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan nilai-nilai positif yang sejalan dengan semangat pengembangan ekonomi syariah.

Ia berharap kegiatan semacam itu mampu mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif sekaligus memiliki kepedulian terhadap nilai keagamaan. Pesan kebaikan yang disampaikan melalui karya seni, lanjutnya, juga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat yang melihatnya.

“Ketika kita bisa mengajak dan menginspirasi orang lain dalam kebaikan, mudah-mudahan itu juga menjadi bagian dari ibadah kita,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan lomba, aspek sportivitas turut menjadi perhatian. Agung mengapresiasi peserta, guru pendamping, serta dewan juri yang telah terlibat dalam kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan seluruh peserta memperoleh fasilitas yang setara, mulai dari lokasi pelaksanaan, ukuran kanvas hingga perlengkapan menggambar. Kesamaan fasilitas tersebut diharapkan membuat kompetisi berlangsung secara adil dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.

“Di sini sudah ditempatkan yang sama, mendapat fasilitas yang sama. Tempatnya sama, kanvasnya juga ukurannya sama, alat menggambarnya juga sama sehingga diharapkan sportivitas,” jelasnya.

Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, Agung mendorong peserta untuk menikmati setiap tahapan kompetisi sebagai proses belajar. Pengalaman mengikuti lomba, mencoba teknik baru, hingga menerima penilaian dari juri dinilai dapat menjadi bekal bagi perkembangan mereka di masa mendatang.

Ia bahkan optimistis pengalaman tersebut dapat mengantarkan para peserta pada pencapaian yang lebih tinggi. Tidak menutup kemungkinan, peserta yang saat ini masih mengikuti kompetisi suatu saat dapat kembali hadir dalam kapasitas berbeda.

“Bisa jadi dengan proses yang berulang kali, proses-proses yang dijalani ini, ke depan teman-teman yang 30 ada di sini yang sekarang duduk mungkin akan berubah menjadi dewan juri nantinya,” tuturnya.

FESyar Regional Jawa 2026 sendiri menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia memperluas pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Berbagai kegiatan dalam festival tersebut dirancang untuk menjangkau masyarakat dari beragam kalangan, termasuk generasi muda.

Melalui perpaduan edukasi, kreativitas, dan berbagai aktivitas ekonomi syariah, pelaksanaan FESyar diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi turut memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Jawa serta memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.