SIDOARJO – Badan Karantina Indonesia (Barantin) membuka akses fasilitas laboratorium karantina bagi mahasiswa Politeknik Kelautan dan Perikanan (Politeknik KP) Sidoarjo. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengalaman praktik mahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja.
Melalui akses tersebut, mahasiswa berkesempatan mengenal secara langsung berbagai peralatan laboratorium serta proses pengujian yang diterapkan dalam kegiatan karantina. Salah satu teknologi yang dapat dipelajari adalah polymerase chain reaction (PCR) yang digunakan dalam pengujian untuk mendeteksi materi genetik organisme tertentu.
Plh Deputi Karantina Ikan Barantin Sugeng Sudiarto mengatakan, fasilitas laboratorium karantina yang berada di berbagai wilayah Indonesia dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memperdalam keterampilan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
“Laboratorium karantina yang tersebar di seluruh Indonesia senantiasa terbuka bagi para mahasiswa yang ingin mempraktikkan dan mengasah keilmuannya,” ujar Sugeng di Jawa Timur, Senin (28/9/2026).
Dukungan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke Politeknik KP Sidoarjo, Senin (28/9/2026). Kunjungan tersebut membahas optimalisasi penyerapan lulusan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan ke dunia usaha dan dunia industri, sekaligus meninjau sarana dan prasarana pendidikan.
Menurut Sugeng, pengalaman praktik di lapangan menjadi penting bagi mahasiswa pendidikan vokasi. Selain memahami teori, mahasiswa perlu mengenal standar kerja, perkembangan teknologi, serta kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia industri.
Di Jawa Timur, dukungan terhadap penguatan kompetensi mahasiswa tersebut akan diperkuat melalui fasilitas laboratorium Balai Karantina Jawa Timur.
Plt Kepala Balai Karantina Jawa Timur Hudiansyah Is Nursal mengatakan, pihaknya selama ini telah menerima mahasiswa untuk belajar dan menjalani praktik di laboratorium karantina.
“Sudah banyak mahasiswa yang belajar di laboratorium kami, baik itu bidang karantina hewan, ikan, maupun tumbuhan,” ujar Hudiansyah.
Ia menambahkan, kapasitas penerimaan mahasiswa untuk kegiatan praktik maupun magang akan terus ditingkatkan seiring tingginya minat mahasiswa.
“Dengan melihat antusiasme dan semangat belajar para mahasiswa tentu akan kami tingkatkan volume penerimaan program magang di laboratorium kami,” katanya.
Selama mengikuti praktik, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman menggunakan sejumlah fasilitas dan peralatan pengujian yang digunakan dalam kegiatan karantina. Pemanfaatan teknologi PCR menjadi salah satu pengalaman teknis yang dapat memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai proses pengujian laboratorium.
Akses tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga memberi gambaran lebih nyata mengenai standar kompetensi dan lingkungan kerja yang akan mereka hadapi setelah menyelesaikan pendidikan.
Politeknik KP Sidoarjo merupakan perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memiliki sejumlah program studi di bidang perikanan, antara lain teknik budidaya, pengolahan produk perikanan, agribisnis, mekanisasi, dan patologi perikanan.
Dalam kunjungan tersebut, penguatan kurikulum, fasilitas praktik, serta kerja sama dengan dunia usaha dan industri turut menjadi pembahasan untuk meningkatkan kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPPSDM KKP, sivitas akademika Politeknik KP Sidoarjo, sejumlah instansi pemerintah, serta perusahaan yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan.






