SIDOARJO – Peran Badan Karantina Indonesia (Barantin) dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus melindungi kesehatan hewan kembali diperkenalkan kepada masyarakat melalui rangkaian bakti sosial memperingati Hari Karantina Indonesia 2026.
Karantina Jatim Gandeng Bulog Gelar Bazar Murah, Warga Juga Bisa Vaksin Rabies Gratis yang digelar Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur tersebut tidak hanya menghadirkan layanan sosial, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai tugas dan fungsi strategis karantina di tengah masyarakat.
Sekretaris Utama Barantin, Shahandra Hanitiyo, mengatakan kegiatan sosial serupa dilaksanakan oleh unit pelaksana teknis (UPT) Karantina di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperluas sosialisasi kepada masyarakat.
“Ini menggerakkan sosialisasi secara masif. Sehingga di seluruh UPT mengenalkan peran dan fungsi strategis Balai Karantina di seluruh Indonesia,” ujar Shahandra, Selasa (29/9/2026).
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian masyarakat adalah bazar pangan murah hasil kerja sama dengan Perum Bulog. Sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan telur disediakan dengan harga terjangkau.
Menurut Shahandra, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi Karantina dalam mendukung ekosistem program swasembada pangan nasional.
“Kita ini kan menjadi salah satu subsistem atau pendukung ekosistem terkait dengan swasembada pangan di Indonesia. Nah, ini salah satu wujudnya dengan pasar murah yang bekerja sama dengan Bulog,” katanya.
Tak hanya menyasar kebutuhan pangan masyarakat, Balai Karantina Jatim juga menghadirkan layanan vaksinasi rabies gratis bagi hewan kesayangan. Sebanyak sekitar 100 dosis vaksin disiapkan untuk anjing dan kucing milik masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Rabies Sedunia yang diperingati setiap 28 September.
“Kebetulan vaksin gratis ini ada dua even sebenarnya. Pertama dalam rangka Hari Ulang Tahun Karantina, kedua Hari Rabies yang jatuh pada tanggal 28 September,” jelas Shahandra.
Layanan vaksinasi gratis itu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Maria, salah satu pemilik anjing, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut karena biaya vaksinasi secara mandiri dinilai cukup mahal.
Ia membawa dua anjing peliharaannya untuk mendapatkan vaksinasi rabies gratis.
“Sangat terbantu untuk yang vaksin gratis ini. Kalau di luar sekitar Rp200 ribu lebih ya, satu anabul. Saya dua, kan lumayan sekitar Rp500 ribuan. Dulu rutin, tapi karena sekarang semakin mahal, akhirnya saya nggak bawa (vaksin),” ujar Maria.
Selain menyediakan pangan murah dan vaksinasi rabies, rangkaian bakti sosial juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan. Mereka turut memasarkan berbagai produk makanan dan minuman kepada masyarakat.
Kegiatan semakin lengkap dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diberikan Tim Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK).






