CMK Bekali Talenta dengan Business Acumen untuk Hadapi Ekspansi Bisnis

SURABAYA – Central Mega Kencana (CMK) memperkuat pengembangan sumber daya manusia seiring dengan ekspansi bisnis di industri perhiasan. Perusahaan menilai peningkatan kapabilitas talenta menjadi salah satu faktor penting agar strategi bisnis dapat diterjemahkan menjadi kinerja nyata.

Komitmen tersebut disampaikan CMK dalam Guest Lecture di Universitas Ciputra bertema “Level Up Your Business with Your Talent”. Dalam kegiatan itu, CMK berbagi perspektif mengenai pentingnya pemahaman bisnis dan pengembangan talenta di tengah perubahan industri yang semakin dinamis.

CMK merupakan perusahaan yang menaungi sejumlah merek perhiasan, yakni MONDIAL, Frank & co., The Palace Jeweler, serta platform emas digital LAKUEMAS.

General Manager HR Corporate CMK Denny Tanuwidjaja mengatakan pertumbuhan perusahaan perlu diiringi dengan peningkatan kemampuan talenta di dalamnya.

“Di CMK, kami percaya bahwa pertumbuhan bisnis dimulai dari pertumbuhan talent di dalamnya. Talent tidak cukup hanya memahami apa yang menjadi tanggung jawabnya, tetapi juga perlu memahami bagaimana bisnis bekerja secara menyeluruh,” ujar Denny.

Menurut Denny, pemahaman terhadap bisnis secara menyeluruh membantu karyawan melihat keterkaitan antara pekerjaan yang dilakukan dengan pelanggan, merek, operasional hingga kinerja perusahaan.

Karena itu, CMK mendorong karyawan untuk tidak sekadar berfokus pada job description. Setiap talenta diharapkan memahami alasan di balik pekerjaan yang dilakukan sekaligus dampaknya terhadap pelanggan maupun perusahaan.

Langkah tersebut dinilai semakin relevan seiring dengan skala bisnis CMK yang terus berkembang. Perusahaan telah beroperasi lebih dari 50 tahun di industri perhiasan dengan ekosistem bisnis yang mencakup holding, manufaktur, ritel hingga platform emas digital.

Saat ini, CMK memiliki 155 toko yang tersebar di 47 kota di Indonesia dengan jumlah karyawan lebih dari 3.000 orang.

Denny menuturkan, semakin besar skala perusahaan, semakin penting pula kemampuan talenta dalam memahami hubungan antarfungsi di dalam organisasi.

“Talent perlu memiliki business acumen dan kemampuan untuk melihat keterkaitan antarfungsi, sehingga pekerjaan yang dilakukan tidak berhenti pada penyelesaian tugas, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kontribusi yang lebih strategis,” katanya.

Dari sisi komposisi karyawan, sekitar 86 persen talenta CMK berasal dari generasi milenial dan Gen Z. Sementara itu, lebih dari 32 persen karyawan telah bekerja di perusahaan selama lebih dari 10 tahun.

Komposisi tersebut menghadirkan perpaduan antara perspektif generasi baru dan pengalaman karyawan yang telah lama memahami karakter bisnis perusahaan.

Selain pengembangan kapabilitas, CMK juga membangun lingkungan kerja yang mengedepankan inklusivitas, kolaborasi dan inovasi. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memberikan ruang kepada karyawan dalam menyampaikan ide serta mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan perkembangan bisnis.

Komitmen CMK dalam pengembangan sumber daya manusia juga mendapat pengakuan melalui penghargaan HR Asia – Best Companies to Work for in Asia 2026.

Melalui penguatan talenta, CMK menargetkan pertumbuhan bisnis dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kapabilitas organisasi, kepemimpinan, serta kemampuan karyawan dalam memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan perusahaan.