PLN NP Kenalkan Strategi Transisi Energi ke 40 Peserta Program P3MD

Teks Foto : Peserta P3MD mengikuti pembelajaran lapangan di PLTGU Blok 3 UP Muara Karang untuk memahami proses pembangkitan listrik, pengelolaan aset, serta penerapan keselamatan operasional. (ist)

JAKARTA – Upaya menjaga keandalan pasokan listrik di tengah percepatan transisi energi menjadi salah satu materi yang dipelajari peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) saat mengunjungi PT PLN Nusantara Power (PLN NP) Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang, Rabu (7/10).

Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melihat secara langsung pengelolaan pembangkit listrik, penerapan teknologi, hingga strategi perusahaan dalam mendukung pengembangan energi bersih. UP Muara Karang dipilih sebagai lokasi Business Immersion yang mewakili PLN dalam program pengembangan calon pemimpin tersebut.

Kegiatan yang diselenggarakan PT Danantara Asset Management ini merupakan bagian dari P3MD Fase 2 Business & Leadership Class. PLN menjadi satu dari 10 BUMN yang ditunjuk sebagai lokasi pembelajaran. Setiap lokasi menerima 40 peserta untuk mendalami proses bisnis sekaligus memahami tantangan strategis perusahaan melalui pengalaman langsung di lapangan.

Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN Nusantara Power, TB Ari Wibawa Mukti, mengatakan pembelajaran langsung di lingkungan pembangkitan menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman calon pemimpin terhadap kompleksitas industri energi.

Menurutnya, pengelolaan bisnis ketenagalistrikan menuntut perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara keandalan pasokan, efisiensi operasional, keselamatan kerja, dan keberlanjutan lingkungan.

“Transisi energi bukan hanya persoalan teknologi, melainkan juga bagaimana strategi diterjemahkan menjadi keputusan operasional yang tepat. Di PLN Nusantara Power, kami harus memastikan pembangkit beroperasi secara andal, efisien, dan aman, sembari terus mengembangkan inovasi untuk mendukung energi yang lebih bersih,” ujar Ari.

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian peserta adalah Green Hydrogen Plant (GHP) di kawasan Muara Karang. Fasilitas ini menunjukkan langkah PLN Nusantara Power dalam mengembangkan hidrogen hijau sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan energi bersih di Indonesia.

Dalam sesi bersama narasumber teknis, peserta mendapatkan penjelasan mengenai proses produksi hidrogen hijau, potensi pemanfaatannya untuk pembangkitan listrik dan transportasi, serta peluang integrasinya dengan sumber energi terbarukan. Pengembangan teknologi berbasis alga dan berbagai inovasi lainnya juga diperkenalkan sebagai alternatif dalam mendorong terciptanya solusi energi yang lebih berkelanjutan.

Selain mendalami inovasi energi bersih, peserta memperoleh pemahaman mengenai proses bisnis ketenagalistrikan dari hulu hingga hilir. Materi yang diberikan mencakup pemantauan operasional melalui control room, prinsip kerja turbin gas, Heat Recovery Steam Generator (HRSG), dan turbin uap pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).

Peserta juga mempelajari pengelolaan generator, sistem proteksi, serta jaringan listrik yang berperan dalam menjaga stabilitas dan keandalan pasokan. Pemahaman tersebut diperkuat melalui kunjungan lapangan ke PLTGU Blok 3 untuk melihat keterkaitan berbagai komponen dalam proses pembangkitan listrik.

Aspek pemeliharaan aset, penerapan budaya keselamatan, dan pengendalian risiko operasional turut menjadi bagian dari pembelajaran. Ketiga aspek tersebut merupakan elemen penting dalam memastikan pembangkit dapat beroperasi secara optimal sekaligus meminimalkan potensi gangguan.

Dalam kesempatan yang sama, PLN Nusantara Power memperkenalkan transformasi digital melalui Nusantara Control Center (NuCC) serta pengembangan energi terbarukan, termasuk PLTS Terapung Cirata. Berbagai inisiatif tersebut menggambarkan upaya perusahaan dalam mengintegrasikan pengelolaan pembangkitan, pemanfaatan teknologi digital, dan pengembangan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Ari menilai, pengalaman belajar lintas sektor dapat memperluas perspektif kepemimpinan, terutama dalam memahami bagaimana strategi perusahaan diterapkan dalam kegiatan operasional. Calon pemimpin, menurutnya, perlu memahami bukan hanya konsep dan perencanaan bisnis, tetapi juga proses pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, serta penciptaan nilai bagi perusahaan.

“Kami berharap pengalaman ini dapat memperkaya perspektif peserta dalam melihat tantangan bisnis dari berbagai sudut pandang. Pada akhirnya, keberhasilan transformasi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, kemampuan berkolaborasi, dan keberanian menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah secara berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui keterlibatannya dalam Business Immersion P3MD, PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pengelolaan bisnis ketenagalistrikan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menghubungkan strategi, teknologi, dan kepemimpinan dalam menghadapi tantangan transisi energi serta mempersiapkan generasi pemimpin yang mampu memperkuat daya saing dan keberlanjutan BUMN di masa depan.