JABAR – Upaya membangun budaya berkendara yang aman di kalangan generasi muda terus dilakukan inDrive Indonesia melalui program edukasi Drive Your Future Phase 2. Program yang menyasar mahasiswa ini telah menuntaskan rangkaian kegiatan di tiga wilayah Jawa Barat, yakni Bandung, Garut, dan Purwakarta.
Sepanjang pelaksanaannya, program tersebut mengajak mahasiswa memahami pentingnya keselamatan di jalan, tanggung jawab sebagai pengguna kendaraan, serta kesadaran dalam menjalani aktivitas mobilitas sehari-hari.
Berbeda dari fase sebelumnya yang menyasar pelajar SMA/SMK, Drive Your Future Phase 2 memperluas jangkauan edukasinya kepada mahasiswa. Kelompok ini dinilai relevan untuk mendapatkan pembekalan keselamatan berkendara seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas ketika memasuki dunia perkuliahan.
Bandung menjadi kota pembuka melalui kegiatan di Telkom University dan Universitas Padjadjaran. Perjalanan program kemudian berlanjut ke Universitas Garut sebelum ditutup di STT Wastukancana Purwakarta. Mahasiswa di setiap perguruan tinggi menyambut kegiatan tersebut dengan antusias, termasuk melalui partisipasi dalam sesi edukasi dan diskusi mengenai keselamatan berkendara serta mobilitas yang bertanggung jawab.
Tak hanya memberikan edukasi, inDrive turut memperkenalkan program inDrive Student Ambassador. Inisiatif ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam menyebarluaskan pesan keselamatan berkendara di lingkungan kampus.
Melalui peran tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai keselamatan di jalan, tetapi juga mampu mengajak teman sebaya dan komunitas di sekitarnya untuk membangun kebiasaan berkendara yang lebih aman.
Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, mengatakan keberhasilan pelaksanaan Drive Your Future Phase 2 menunjukkan bahwa edukasi keselamatan berkendara mendapat respons positif dari kalangan generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme mahasiswa dan dukungan dari setiap perguruan tinggi yang menjadi bagian dari Drive Your Future Phase 2. Dari Bandung, Garut, hingga Purwakarta, kami melihat bahwa mahasiswa tidak hanya terbuka terhadap edukasi mengenai keselamatan berkendara, tetapi juga memiliki keinginan untuk mengambil peran dan membawa pesan tersebut ke lingkungan mereka. Bagi kami, respons ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dengan generasi muda dapat menjadi langkah penting dalam membangun budaya berkendara yang lebih aman dan bertanggung jawab,” ujar Rio.
Ia menegaskan, berakhirnya rangkaian kegiatan fase kedua tidak lantas menghentikan upaya inDrive dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara. Pengalaman selama program berlangsung, termasuk respons dari peserta dan perguruan tinggi, menjadi bahan evaluasi untuk melihat potensi pengembangan inisiatif serupa.
“Kami melihat Drive Your Future sebagai sebuah perjalanan yang dapat terus berkembang. Respons positif yang kami terima di setiap kota memberikan motivasi bagi kami untuk mengeksplorasi kemungkinan menghadirkan inisiatif serupa di kota-kota lain di Indonesia. Tentunya, kami akan terus melihat kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah agar program yang kami hadirkan dapat memberikan manfaat yang relevan bagi masyarakat setempat,” lanjutnya.
Bagi inDrive, edukasi keselamatan merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem mobilitas yang lebih aman dan bertanggung jawab. Keterlibatan generasi muda juga menjadi elemen penting untuk mendorong perubahan yang berkelanjutan, baik melalui pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan maupun melalui penyebaran kebiasaan berkendara yang lebih baik kepada masyarakat sekitar.
Dengan tuntasnya Drive Your Future Phase 2, inDrive berharap pesan keselamatan yang disampaikan selama kegiatan dapat terus diterapkan di lingkungan kampus dan komunitas mahasiswa. Pengalaman pelaksanaan program di Bandung, Garut, dan Purwakarta selanjutnya menjadi salah satu pijakan bagi perusahaan untuk menjajaki pengembangan edukasi keselamatan berkendara dengan jangkauan yang lebih luas di Indonesia.

