Perayaan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Jepara
Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Jepara digelar dengan cara yang unik dan inovatif. Kali ini, acara tersebut berupa pelatihan makeup atau tata rias yang diikuti oleh 150 remaja perempuan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari lulusan SMA sederajat hingga mahasiswa perguruan tinggi.
Pelatihan ini dimotori oleh Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) dan bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan tambahan bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebagai bagian dari pendidikan non formal, pelatihan ini juga bertujuan untuk melatih skill remaja perempuan Jepara agar menjadi sumber daya manusia (SDM) yang mandiri dan mampu menciptakan peluang usaha sendiri.
Acara pelatihan makeup digelar di Pendopo R.A Kartini Jepara pada hari Sabtu (2/5/2026). Selain peserta, acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, yang menyampaikan dukungan penuh terhadap setiap upaya pelatihan keterampilan yang ditularkan kepada masyarakat.
Semua peserta diberikan alat makeup lengkap sebagai kelengkapan praktik selama pelatihan. Dalam prosesnya, setiap peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam bermakeup. Namun, menjadi seorang Make Up Artis (MUA) profesional membutuhkan keterampilan yang terus diasah. Setiap profesi tidak bisa berkembang tanpa adanya usaha, meskipun memiliki bakat.
Peserta Pelatihan: Felisa Nur Aliya
Salah satu peserta pelatihan adalah Felisa Nur Aliya, seorang remaja 19 tahun asal Cepogo, Kecamatan Kembang. Felisa sudah tertarik pada dunia tata rias sejak kecil. Perlahan namun pasti, minat ini berkembang menjadi sebuah hobi yang melekat sebagai jati dirinya di usia remaja.
Dia telah beberapa kali mengikuti pelatihan makeup sebagai upaya melatih skill merias. Hingga akhirnya, Felisa sudah bisa membuka jasa makeup ketika masih menempuh pendidikan SMA sederajat di usianya baru menginjak 18 tahun.
Meski usaha makeupnya sudah berjalan selama satu tahun, Felisa tidak berpuas diri dengan bekal keterampilan yang dinilainya masih minim. Dia tetap belajar dan mengikuti berbagai pelatihan makeup agar semakin kaya pengalaman.
“Sudah beberapa kali ikut pelatihan seperti ini, apa yang saya bisa soal makeup, harapannya bisa berkembang dan lebih banyak pengalaman. Enggak ada salahnya belajar terus biar bisa lebih baik,” ujar Felisa.
Sebagai generasi penerus di dunia tata rias, Felisa percaya bahwa dengan terus berlatih, suatu saat nanti dia bisa menjadi MUA profesional yang hebat. Layaknya penata rias terkenal yang mewarnai dunia tata rias nasional.
“Makeup itu tidak gampang hanya sekadar dilihat. Tidak semua tangan bisa tanpa ada keterampilan dan pengalaman. Tapi setiap orang berpotensi bisa jika mau belajar dan menekuninya,” tegasnya.
Peserta Lain: Adelia Karoline
Peserta lainnya, Adelia Karoline (23), juga sudah beberapa kali mengikuti pelatihan makeup dalam setahun terakhir. Dia juga memiliki usaha tata rias yang berjalan sejak 2025.
Satu tekadnya adalah membangun dunia usaha mandiri sebagai MUA atau penata rias profesional dari tingkat daerah Jepara hingga dikenal lebih luas. “Dengan terus mengikuti pelatihan bisa menambah ilmu, agar memiliki banyak pengalaman dalam dunia makeup,” ujar dia.
Menurut Adelia, setiap orang pasti memiliki peluang pada setiap keterampilan. Termasuk keterampilan di bidang tata rias. Hanya saja, tinggal siapa yang mau berjuang dan berusaha dalam mengasah bakat keterampilan yang dimiliki, agar berkembang.
“Ada part-part tertentu yang membutuhkan pengalaman dan skill. Karena dalam pengerjaannya butuh ketelitian. Seperti sentuhan pada alis dan sentuhan pada hidung,” ucap dia.
Sebagai MUA pemula, tantangan Adelia adalah bagaimana terus upgrade skill dengan mengikuti tren perkembangan dunia tata rias. Di antaranya tren Korean Beauty yang saat ini masih jadi rujukan makeup di kalangan milenial dan gen Z.
Kata dia, bukan tidak mungkin tren yang ada saat ini bisa saja berubah sewaktu-waktu. Sehingga perlu diikuti perkembangannya, agar usaha makeup yang digelutinya tidak dinilai jadul dan tertinggal oleh zaman.
Peran FPLKP dalam Pelatihan
Pelatihan makeup yang dijalankan oleh 150 remaja perempuan Jepara dipandu langsung oleh instruktur makeup profesional dari Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) Jepara.
Ketua Forum PLKP Jepara, Andi Firmansyah, menjelaskan bahwa LKP selama ini menjadi ujung tombak peningkatan keterampilan masyarakat. Dalam upaya mendukung terwujudnya SDM yang mandiri dan berkarakter.
Bertepatan dengan Hardiknas tahun ini, pihaknya menggelar pelatihan sebagai bagian dari edukasi keterampilan bagi kaum muda. Andi berharap, LKP senantiasa mendapat dukungan dan perhatian dari pemerintah.
Sebagai lembaga pendidikan vokasi non formal yang bisa diakui pemerintah. Keberadaannya juga bisa membantu pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran.
“Kami harap ada perhatian dan dukungan anggaran untuk LKP, khususnya dalam hal peningkatan sarana dan prasarana pendukung keterampilan di dunia kerja. Karena LKP membantu pemerintah dalam membuka peluang kerja dan usaha,” tuturnya.
Penilaian Wakil Ketua MPR RI
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menyampaikan bahwa menekuni profesi sebagai penata rias merupakan jenis profesi yang bisa membangun kepercayaan diri orang lain. Di mana setiap profesi yang dijalankan berpotensi membangun ketahanan ekonomi keluarga.
Kata dia, menekuni keterampilan di bidang MUA bukanlah suatu profesi yang kecil. Lebih dari itu, profesi ini bisa menumbuhkan identitas dan kepercayaan diri sebagai sesama manusia.
Dia berharap generasi penerus bangsa Indonesia mau mengambil setiap peluang yang ada guna mengasah keterampilan. Membuka peluang seluas mungkin untuk kemandirian ekonomi dari lapisan paling bawah.
“Setelah pelatihan, nanti dapat sertifikat bisa membuka peluang usaha sampai dapat pelanggan,” terang dia.
Lestari meyakini bahwa setiap keterampilan yang baik berpeluang menjadi sebuah profesi yang menjanjikan. Mencetak SDM yang siap sebagai tenaga kerja mandiri, dengan proyeksi membangun ekonomi keluarga yang kuat.
“Pesan saya, harus mau banyak belajar memahami perkembangan tren. Misal ada teknik makeup natural, jadi bisa mengikuti apa yang diinginkan pasar sebagai generasi yang terampil dan mandiri,” tutur dia.






