BERITA  

Aksi Massa Baju Hitam Rusak Fasilitas, Polda Jabar Tangkap Pelaku Kericuhan May Day

Peristiwa Kericuhan di Bandung Saat May Day 2026

Pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, terjadi peristiwa kericuhan di Kota Bandung. Sejumlah massa yang berpakaian serba hitam melakukan tindakan perusakan dan pembakaran terhadap fasilitas umum. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.

Menurut Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, ada sekelompok orang tak dikenal yang memakai pakaian hitam dan menutup wajah. Mereka membawa benda seperti molotov dan melakukan perusakan serta pembakaran terhadap berbagai fasilitas umum. Tindakan tersebut dilakukan di kawasan Tamansari, Kota Bandung.

Rudi menjelaskan bahwa tidak ada agenda terkait aksi buruh pada peringatan May Day tahun ini. Aksi yang sebelumnya berlangsung di depan Gedung DPRD Jabar dan kawasan Jatinangor hanya dilakukan oleh mahasiswa dan telah selesai sekitar pukul 17.00 WIB.

Perusakan yang dilakukan oleh kelompok tersebut mencakup berbagai hal, seperti pembakaran banner, kerusakan lampu lalu lintas, fasilitas CCTV milik pemerintah, videotron hingga pos polisi. Mereka juga sempat merazia para pengguna jalan, yang menimbulkan ketakutan di masyarakat.

Tindakan Polda Jabar untuk Melindungi Masyarakat

Rudi menyampaikan bahwa pihaknya bersama pemda dan Kodam III Siliwangi hadir langsung untuk melindungi keamanan masyarakat. Ia menegaskan akan menindak tegas kelompok tersebut karena tindakan mereka sudah masuk dalam kategori kriminal dan membahayakan petugas serta masyarakat lainnya.

Menurut Rudi, aparat telah berupaya mengimbau massa untuk membubarkan diri, namun tidak diindahkan sehingga tindakan perusakan terus berlanjut. Ia menilai tindakan yang dilakukan oleh kelompok tersebut sangat berbahaya, terutama karena merazia masyarakat pengguna jalan.

Penangkapan Pelaku dan Proses Hukum

Rudi menyebut bahwa Polda Jabar telah mengamankan sejumlah pelaku yang terlibat dalam aksi perusakan tersebut dan akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Meski begitu, ia belum bisa memberikan detail tentang siapa saja yang diamankan, barang bukti, dan perbuatan lainnya.

Ia menegaskan bahwa aparat telah mengantongi sejumlah bukti awal yang mengarah pada keterlibatan para terduga pelaku. Bukti-bukti tersebut akan digunakan sebagai dasar proses hukum lebih lanjut.

Kelompok yang Terlibat Bukan untuk Penyampaian Aspirasi

Rudi menjelaskan bahwa kelompok berpakaian serba hitam yang terlibat dalam kericuhan tersebut tidak berkaitan dengan penyampaian aspirasi. Mereka hanya melakukan perusakan yang mengarah pada tindak kriminal.

”Ini adalah perbuatan kriminal dan kami berkewajiban melindungi masyarakat,” ucap Rudi Setiawan.

Penyelidikan Motif dan Latar Belakang Kelompok

Kapolda menambahkan bahwa pihaknya masih menyelidiki latar belakang dan motif kelompok yang terlibat dalam kericuhan tersebut. ”Kami masih mendalami motifnya. Yang jelas ini bukan aksi penyampaian pendapat, yang ada pengerusakan,” tutur Rudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *