BERITA  

Malam Ini Huma Betang Night di Bundaran Besar Palangka Raya, Dana Tak Capai Rp50 Juta

Kembali Digelar, Huma Betang Night Jadi Agenda Rutin dengan Pendekatan Efisien

Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menggelar acara Car Free Night yang diberi nama Huma Betang Night setelah sebelumnya diadakan pada Agustus 2025. Acara ini kembali dilaksanakan dengan penekanan pada efisiensi anggaran tanpa mengurangi semarak dan keberhasilan penyelenggaraannya.

Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana menjelaskan bahwa biaya pelaksanaan Huma Betang Night kali ini jauh lebih rendah dibandingkan kegiatan serupa di daerah lain. Ia menyebutkan bahwa anggaran yang digunakan berada di bawah Rp 50 juta untuk satu kali kegiatan.

“Ya, satu kali kegiatan Huma Betang Night ini kalau di tempat lain mungkin bisa ratusan juta, tapi kalau kita bisa dibawah Rp 50 juta sudah bisa jalan. Sangat efisien dibanding kegiatan di tempat lain,” ujarnya saat berbicara dalam acara tersebut.

Strategi Efisiensi Anggaran

Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah dengan memprioritaskan penggunaan talenta lokal dalam penyelenggaraan acara. Hal ini tidak hanya memberikan ruang bagi seniman dan kreator lokal untuk berkarya, tetapi juga membantu memangkas biaya operasional.

“Kita utamakan talenta lokal agar mereka punya ruang untuk berkreasi, tapi juga untuk meminimalkan anggaran,” tambahnya.

Selain itu, kondisi cuaca menjadi faktor penting dalam penyelenggaraan Huma Betang Night. Karena kegiatan ini digelar secara luar ruangan, pihak penyelenggara menunggu musim kemarau agar suasana lebih nyaman dan aman.

“Kegiatan ini outdoor, jadi kita menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan. Sekarang sudah masuk musim panas, sehingga lebih mendukung,” katanya.

Menghidupkan Ruang Publik dan Ekonomi Lokal

Huma Betang Night juga menjadi bagian dari upaya untuk menghidupkan ruang publik serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

UMKM yang terlibat dalam acara ini dipilih melalui proses kurasi agar kualitas produk yang ditampilkan tetap terjaga. Produk yang ditampilkan harus memiliki kualitas baik dari segi produksi, harga, maupun nilai jual.

“Produk yang ditampilkan harus berkualitas, baik dari sisi produksi, harga, maupun nilai jualnya. Jadi tidak semua bisa langsung ikut,” jelas Rangga.

Meski acara ini terbuka untuk umum dan gratis, pelaku UMKM tetap harus mendaftar melalui Dinas Koperasi dan UKM.

Peluncuran Program dan Evaluasi Kedepan

Selain hiburan, Huma Betang Night juga dirangkaikan dengan peluncuran beberapa program, termasuk kalender event yang berkaitan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kalimantan Tengah.

Acara ini rencananya akan menjadi agenda rutin di masa depan. Namun, pelaksanaannya akan dievaluasi setelah setiap penyelenggaraan.

“Setelah pelaksanaan ini akan kita evaluasi lagi, intinya kegiatan ini bisa berjalan lancar dulu, dan asas efisiensi itu diutamakan,” pungkas Rangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *