Berita Terpopuler: Kasus Penipuan Online, Kehilangan Dana hingga Pengeroyokan di Masjid
Kasus-kasus menarik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan utama berbagai media. Berikut adalah rangkuman berita terpopuler yang mencakup penipuan online, kehilangan uang akibat kesalahan pengelolaan PIN ATM, serta insiden pengeroyokan di masjid.
Uang Rp 452 Juta Lenyap Setelah Warga Purworejo Dapat Chat ‘Salah Sambung’ di WhatsApp
Seorang warga Purworejo menjadi korban penipuan online hingga kehilangan uang sebesar Rp 452 juta. Jaringan penipuan lintas negara ini diungkap oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Purworejo. Modus yang digunakan pelaku adalah dengan mengirim pesan singkat “salah sambung” melalui aplikasi WhatsApp.
Kasatreskrim Polres Purworejo, AKP Dwiyono, menjelaskan bahwa kasus ini merupakan bagian dari sindikat love scam yang dikendalikan dari Kamboja. Dua tersangka berinisial ASP (23) dan DHP (24) berhasil ditangkap di Jakarta dan Pontianak pada 25 April 2026.
Modus penipuan dimulai dengan menghubungi korban melalui WhatsApp dan berpura-pura salah sambung. Dari situ, pelaku mulai menjalin komunikasi hingga tercipta kedekatan emosional. Setelah itu, pelaku mengarahkan korban untuk terjun ke dunia investasi melalui platform “Meta Online”.
Imbas PIN ATM Ditulis di Kertas, Wati Penjual Sayur Lemas Saldo Rp 45 Juta di Rekening Lenyap
Seorang penjual sayur kehilangan saldo sebesar Rp 45 juta di rekeningnya karena PIN ATM ditulis di kertas. Pelaku pencurian ternyata sepasang kekasih di Kota Medan dan telah ditangkap polisi.
Korban, Renawati Hutajulu (60), pedagang sayur di Jalan Bulan, Kelurahan Pusat Pasar, Kecamatan Medan Kota, tidak menyadari bahwa rekeningnya telah dikuras orang lain. PIN ATM korban yang ditulis di secarik kertas dan disimpan di dalam tas dimanfaatkan oleh pelaku.
Peristiwa pencurian terjadi pada Selasa, 22 April sekitar pukul 21.30 WIB, saat korban menyimpan tas sandangnya di lemari meja dagangan sebelum pulang ke rumah. Keesokan paginya, korban mendapati tasnya hilang dan langsung menuju kantor Bank BRI untuk mengurus kartu ATM yang ikut hilang. Namun, ia terkejut karena saldo rekeningnya sudah habis.
Seorang Imam Dikeroyok Usai Menegur Bocah Main Mic Hingga Sepeda di Dalam Masjid
Ahmad (62), seorang imam masjid, menjadi korban pengeroyokan setelah menegur bocah yang memainkan mic dan sepeda di dalam masjid. Peristiwa tersebut terjadi saat Ahmad pulang dari rumah setelah salat asar di Masjid As Salam di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, beredar narasi yang menyebutkan bahwa Ahmad menganiaya anak di bawah umur. Namun, ia membantah keras tuduhan tersebut dan menjelaskan kronologi kejadian yang berujung pada dirinya menjadi korban kekerasan.
Ahmad mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 15.30 WITA, tak lama setelah ia selesai salat Asar dan hendak pulang ke rumah. Saat itu, seseorang marah-marah dan menuduh Ahmad memukul anaknya. Ahmad menjawab bahwa ia tidak melakukan pukulan dan memberi ruang bagi orang tersebut untuk melapor ke polisi.
Namun, situasi tiba-tiba berubah. Ahmad mengaku tiba-tiba dipukul dari belakang hingga terjatuh ke tanah.
