Apakah Akupunktur Menyebarkan HIV? Ini Penjelasan Dokter

Terapi Akupunktur: Keamanan dan Mitos yang Perlu Diketahui

Akupunktur adalah salah satu bentuk terapi alternatif yang banyak diminati karena dianggap efektif dalam mengatasi berbagai kondisi kesehatan, seperti nyeri, stres, dan gangguan tidur. Namun, meskipun populer, banyak orang masih khawatir akan risiko penularan penyakit, termasuk HIV. Pertanyaannya adalah, apakah ketakutan tersebut beralasan?

Menjawab pertanyaan ini, dr. Laura Widiastuti, Sp.Ak, dokter spesialis akupunktur Eka Hospital PIK, menjelaskan bahwa praktik akupunktur medis modern memiliki standar keamanan yang sangat ketat. Salah satu aspek utama dalam keamanan adalah penggunaan jarum sekali pakai.

“Untuk yang kita lakukan saat ini, status jarum adalah jarum sekali pakai. Jadi untuk keamanan pasti aman untuk penyakit menular, karena tidak dipakai berulang,” ujarnya dalam acara temu media Eka Hospital pada Rabu di Jakarta (6/5/2026).

Dokter Laura menambahkan bahwa dalam satu sesi terapi, satu titik hanya menggunakan satu jarum dan langsung dibuang setelah digunakan. Jarum bekas tersebut juga tidak dibuang sembarangan, melainkan dimasukkan ke tempat limbah medis khusus sesuai prosedur keamanan kesehatan.

Risiko Penularan dan Kepatuhan pada Standar Medis

Selain soal infeksi, ia juga menyoroti kekhawatiran terkait efek samping tindakan akupunktur. Salah satu komplikasi yang pernah dilaporkan adalah pneumotoraks, terutama jika penusukan dilakukan di area dada tanpa memahami anatomi tubuh dengan baik.

Namun, dalam akupunktur medis, dokter telah dibekali pengetahuan anatomi, fisiologi, hingga teknik penusukan yang aman untuk setiap titik tubuh.

“Kita tahu harus sedalam mana, harus arahnya bagaimana. Dan, tiap titik itu ada beda-beda kekhususan masing-masing,” ujar dr. Laura.

Ia menegaskan bahwa jika dilakukan oleh tenaga kesehatan yang tepat, yang cukup profesional, akupunktur sangat aman. “Pasti aman dilakukan karena sudah masuk dalam kurikulum mengenai safety,” tambahnya.

Pentingnya Memilih Fasilitas yang Tepat

Berdasarkan penjelasan dr. Laura, anggapan bahwa akupunktur dapat menularkan HIV tidak sepenuhnya benar, selama prosedur dilakukan sesuai standar medis dan menggunakan jarum steril sekali pakai. Jika ingin mencoba terapi alternatif ini, penting bagi masyarakat untuk memastikan terapi dilakukan di fasilitas resmi dan oleh tenaga medis profesional.

Tips untuk Mencoba Akupunktur

  • Pastikan fasilitas yang dipilih memiliki lisensi dan standar keamanan yang jelas.
  • Pilih tenaga medis yang memiliki sertifikasi dan pengalaman dalam bidang akupunktur.
  • Jangan ragu untuk bertanya tentang prosedur yang digunakan dan cara pengelolaan jarum.
  • Jika merasa tidak nyaman atau mengalami efek samping, segera berkomunikasi dengan dokter.

Informasi Tambahan Mengenai Akupunktur

Akupunktur tidak hanya digunakan untuk tujuan medis, tetapi juga bisa menjadi pilihan dalam perawatan kosmetik. Beberapa orang percaya bahwa akupunktur kosmetik dapat membantu membuat wajah tampak lebih muda. Namun, hal ini juga perlu dilakukan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan tenaga medis yang ahli.

Selain itu, bagi penderita HIV, pengelolaan efek samping pengobatan juga sangat penting. Meski kasus HIV di Indonesia menurun, sebagian besar ODHA (Orang Dengan HIV) masih belum mendapatkan pengobatan yang memadai.

Dengan informasi yang jelas dan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat memanfaatkan akupunktur sebagai terapi alternatif yang aman dan efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *