BERITA  

Sapi Blecki di Polman Dibersihkan Dua Kali Sehari Usai Terpilih Jadi Sapi Kurban Presiden

Sapi Blecki, Hewan Kurban Presiden yang Berhasil Mencuri Perhatian

Sapi bernama Blecki milik peternak Muhammad Yusuf asal Desa Bumimulyo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, terpilih menjadi hewan kurban Presiden 2026. Bobot sapi ini mencapai 1.011 kilogram, menjadikannya salah satu hewan ternak yang paling berat di antara kandidat lainnya.

Blecki merupakan hasil persilangan antara dua jenis sapi, yakni Brahman dan Aberdeen Angus. Jenis Brangus ini dikenal dengan ketahanan terhadap cuaca panas dan daya tahan tubuh yang baik. Sapi ini dipelihara sejak usia dua tahun oleh Muhammad Yusuf, yang membelinya dengan harga Rp25 juta. Selama masa pemeliharaan, ia memberikan perawatan khusus, termasuk pakan tambahan dan kebersihan yang rutin.

Menurut Yusuf, pemberian pakan ekstra dilakukan untuk memastikan bobot sapi tetap optimal. Setiap hari, Blecki diberi ampas tahu dan dua batang pisang. Selain itu, sapi ini juga dimandikan dua kali sehari agar tetap sehat dan kuat. Perawatan intensif ini dilakukan agar Blecki dapat memenuhi standar yang ditetapkan dalam seleksi hewan kurban Presiden.

Pada akhirnya, Blecki berhasil masuk nominasi sebagai hewan kurban presiden. Yusuf mengaku mendapatkan telepon dari pihak dinas yang menyampaikan bahwa sapi miliknya terpilih dalam nomor urut tiga. Hal ini membuatnya merasa bangga dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas ternaknya.

Pemilihan Blecki tidak hanya berdasarkan bobot, tetapi juga kesehatan dan kondisi fisiknya. Pihak Sekretariat Presiden menawarkan harga Rp105 juta untuk sapi ini. Proses penyembelihan rencananya akan dilakukan di Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene.

Selain Blecki, terdapat tiga jenis sapi lain yang juga dipilih sebagai hewan kurban Presiden. Sapi pertama adalah Bagong, jenis Limosin dengan bobot 1.150 kilogram, yang ditawar seharga Rp118 juta. Sapi kedua bernama Bima, jenis Simental dengan bobot 1.053 kilogram, ditawar Rp110 juta. Terakhir, sapi bernama Arjuna, jenis Simental dengan bobot 960,3 kilogram, ditawar Rp100 juta.

Dalam proses pemilihan, setiap peternak harus memenuhi beberapa kriteria, seperti bobot, kesehatan, dan penampilan fisik. Tidak hanya itu, para peternak juga diberi kesempatan untuk mempersiapkan hewan ternak mereka secara maksimal agar bisa bersaing dalam seleksi.

Yusuf mengungkapkan bahwa setelah Blecki terpilih, ia melakukan penjagaan ekstra untuk memastikan tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi. Ia dan keluarganya bahkan sampai begadang hingga jam lima pagi untuk menjaga sapi tersebut.

Pemilihan hewan kurban Presiden bukan hanya tentang bobot, tetapi juga kualitas dan kebersihan. Dengan adanya penghargaan ini, Yusuf berharap bisa terus berkembang dalam bidang peternakan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *