Aksi Demo Massa di Nabire dengan Pengamanan Ketat
Sejumlah kelompok massa, yaitu Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) dan Forum Peduli Masyarakat Nabire (FPMN), akan menggelar aksi demo di Nabire pada Senin (11/5/2026). Aksi ini dilakukan secara bersamaan di berbagai titik vital di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Kedua kelompok memiliki tuntutan yang berbeda terkait isu yang mereka angkat.
IPMADO melakukan aksi damai untuk menuntut keadilan dan kejelasan terkait Tragedi Dogiyai Berdarah yang terjadi pada 31 Maret 2026 lalu. Mereka direncanakan bergerak dari beberapa titik kumpul seperti Asrama Dogiyai, Siriwini, SP2, Uswim, Wadio, dan Karang menuju Kantor DPR Papua Tengah di Jalan Pepera. Sementara itu, FPMN menyampaikan penolakan terhadap aksi-aksi demonstrasi yang dinilai sering kali mengganggu ketertiban umum dan roda perekonomian masyarakat di Nabire.
Polres Nabire menyiapkan pengamanan ekstra ketat untuk mengawal jalannya penyampaian aspirasi tersebut. Kapolres Nabire, AKBP Samuel D Tatiratu, menyebut bahwa sebanyak 700 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP disiagakan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Personel tersebut ditempatkan di lokasi-lokasi strategis seperti Asrama Dogiyai, SP 1, Kampus Uswim, pertigaan Hotel Nusantara Wadio, hingga Pasar Karang Tumaritis.
Samuel menegaskan bahwa aparat keamanan akan bersikap netral dan mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal proses demokrasi. Ia meminta para koordinator lapangan (korlap) dan simpatisan untuk tetap mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga situasi tetap kondusif. Selain itu, pentingnya komunikasi intens antara penanggung jawab aksi dengan pihak berwajib agar aspirasi dapat tersampaikan tanpa melumpuhkan aktivitas publik.
Langkah Pemkab untuk Menjaga Kondusivitas
Untuk memastikan aksi demo berjalan lancar dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat, Samuel juga meminta dukungan dari para anggota DPRP Papua Tengah. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses penyampaian aspirasi sehingga massa tidak perlu berlama-lama di jalanan yang berpotensi memicu kemacetan dan gangguan lainnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh situasi yang sedang berlangsung. Dengan pengamanan yang ketat dan kerja sama yang baik antara aparat keamanan, masyarakat diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lancar.
Tuntutan dan Harapan Masa
Massa IPMADO menuntut keadilan atas Tragedi Dogiyai Berdarah yang telah menjadi perhatian banyak pihak. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan kejelasan dan tindakan yang sesuai dengan harapan rakyat. Sementara itu, FPMN menolak aksi-aksi yang dinilai tidak konstruktif dan justru merugikan masyarakat.
Kedua kelompok ini berharap agar pihak berwajib dapat menjaga netralitas dan memastikan semua aspirasi disampaikan dengan cara yang aman dan tertib. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa nyaman dan aman selama proses demokrasi berlangsung.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Kondusivitas
Selain peran aparat keamanan, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Dengan saling mendukung dan memahami hak masing-masing pihak, situasi dapat tetap kondusif dan tidak memicu gesekan antar kelompok. Hal ini sangat penting untuk menjaga harmoni sosial di wilayah Nabire.
Dengan pengamanan yang ketat dan kesadaran masyarakat, aksi demo di Nabire diharapkan berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan masalah yang lebih besar. Semua pihak harus bekerja sama untuk menciptakan suasana yang damai dan harmonis.






