Kesalahan Umum Saat Menggunakan Lipstik Matte dan Tips Mengatasinya
Lipstik matte menjadi salah satu produk kecantikan yang sangat diminati oleh banyak perempuan, karena hasilnya yang tahan lama dan memberikan tampilan elegan. Namun, banyak yang belum menyadari bahwa penggunaan lipstik matte membutuhkan persiapan dan cara aplikasi tertentu. Oleh karena itu, berikut ini adalah beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan saat menggunakan lipstik matte beserta tips untuk menghindarinya.
1. Menggunakan Lipstik Matte pada Bibir yang Belum Dipersiapkan
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan saat memakai lipstik matte yaitu menggunakan pada bibir yang belum dipersiapkan. Lipstik matte biasanya mengandung sedikit emolien, sehingga lebih kering dan mudah “menonjolkan” sel kulit mati di bibir. Jika bibir tidak dipersiapkan terlebih dulu dengan dihidrasi, maka akan tampak pecah-pecah. Untuk mencegah hal ini, disarankan untuk menggunakan lip balm yang lembut terlebih dahulu sebelum menggunakan lipstik matte.
2. Mengaplikasikan Lipstik Matte Terlalu Tebal
Perlu diketahui, lipstik matte biasanya memiliki kandungan lilin dan pigmen tinggi dengan sedikit minyak. Jika diaplikasikan terlalu tebal, lapisan-lapisannya tidak bisa menyatu dan akhirnya patchy. Ini membuat hasil akhir tampak tidak rata dan mudah retak. Selain itu, semakin tebal lipstik matte dioleskan, maka semakin besar kemungkinan lapisan atas tidak benar-benar menempel dengan baik. Sehingga, lipstik jadi mudah transfer ke gelas maupun masker.

3. Mengabaikan Perlindungan dari Faktor Iritasi atau Alergi
Banyak orang yang memakai lipstik matte tanpa memperhatikan kandungannya. Padahal, beberapa bahan di lipstik matte bisa mengiritasi bibir atau menyebabkan alergi, terutama karena bibir adalah area kulit yang sangat tipis dan sensitif. Beberapa bahan yang berpotensi mengiritasi bibir antara lain fragrance, alcohol denat, essential oils yang kuat, beberapa pigmen warna, hingga preservatives tertentu. Penggunaan lipstik matte dengan bahan-bahan tersebut berisiko mengiritasi kulit sensitif, karena lipstik matte biasanya lebih lama menempel di bibir.
Oleh karena itu, sebaiknya pilih lipstik matte yang fragrance free atau alcohol free jika bibir sensitif. Kemudian jika muncul gejala bibir terasa perih, panas, gatal, meradang, atau muncul ruam, segera hentikan pemakaian dan periksakan diri ke dokter.

4. Tidak Menghapus Lipstik dengan Remover yang Tepat
Lipstik matte umumnya lebih tahan lama, menempel kuat, dan lebih susah dihapus. Tak sedikit orang yang menghapus lipstik tersebut dengan menggosok bibir terlalu keras, memakai pembersih yang tidak cocok, hingga menggeseknya berulang-ulang. Cara ini bisa merusak skin barrier bibir dan menyebabkan iritasi. Maka, sebaiknya gunakan oil based remover, seperti micellar water oil infused atau cleansing oil. Letakkan dan tekan lembut kapas dengan remover selama 10-20 detik terlebih dulu, dan bersihkan dengan lembut.

5. Tidak Melakukan Perawatan Setelah Memakai Lipstik Matte
Setelah menghapus lipstik matte, jangan langsung tidur tanpa melakukan perawatan bibir apa pun. Oleskan lip balm pemulihan seperti petrolatum, ceramide lip balm, atau shea butter balm. Jika tidak dilakukan perawatan, maka bibir berisiko semakin kering setiap hari, muncul kulit mati yang makin tebal, bibir mudah pecah-pecah, hingga lipstik matte berikutnya sulit menempel.

Itulah kesalahan umum yang sering dilakukan saat memakai lipstik matte. Dengan memahami penyebab dan cara menghindarinya, kamu bisa mendapatkan hasil riasan bibir yang lebih rapi, intens, dan tahan lama tanpa membuat bibir tampak kering atau pecah-pecah.






