JAKARTA — Kodam Jaya menunjukkan komitmen kuatnya dalam membantu upaya pemberantasan kejahatan kriminal jalanan, terutama begal di wilayah Jakarta. Kepala Penerangan Kodam Jaya (Kapendam) Letkol Arh Noor Iskak menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung tugas Polda Metro Jaya dalam menjaga Kamtibmas di wilayah hukumnya.
“Kami dari Kodam Jaya ingin menegaskan komitmen kami akan terus mendukung tugas-tugas dari Polda Metro Jaya berkaitan dengan keamanan wilayah, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Noor di Polda Metro Jaya, dikutip Sabtu (23/5/2025).
Noor menambahkan bahwa pihaknya akan melaksanakan patroli bersama kepolisian, baik dari level bawah Koramil-Polsek hingga tingkat Kodam-Polda. Selain itu, Kodam Jaya juga akan melibatkan batalion tempur untuk membantu kegiatan patroli.
“Nah, satuan-satuan yang kami libatkan selain dari satuan kewilayahan Koramil, Kodim. Kami juga melibatkan satuan batalion tempur. Ini untuk mem-backup dan menambah personel kegiatan patroli,” imbuhnya.
Adapun Noor memandang bahwa penjagaan Kamtibmas ini merupakan tanggung jawab bersama untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat.
“Kami memandang bahwa ini menjadi tanggung jawab bersama sehingga kehadiran para di tengah masyarakat bisa memberikan rasa aman sebagai wujud kehadiran negara dalam melindungi masyarakat,” pungkasnya.
Sekadar informasi, satgas pemburu begal besutan Polda Metro Jaya telah membekuk 173 pelaku sepanjang periode 1-22 Mei 2026. Ratusan pelaku kejahatan kriminal itu ditangkap berdasarkan 1.283 laporan kepolisian dengan sejumlah kategori kejahatan.
Perinciannya, pencurian dengan pemberatan 651 laporan, pencurian biasa 396 laporan, pencurian kendaraan bermotor 209 laporan, dan pencurian dengan kekerasan 27 laporan.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin mengatakan ratusan orang yang diamankan oleh tim gabungan Polda Metro 38 pelaku dan Polres jajaran 135 pelaku.
“Dengan total tersangka yang sudah kami lakukan upaya paksa 173 orang,” ujar Iman di Polda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026).
Upaya Kolaboratif dalam Penanganan Kejahatan Jalanan
Beberapa langkah yang dilakukan oleh Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya menunjukkan kolaborasi yang kuat antara TNI dan polisi dalam menangani kejahatan jalanan. Berikut beberapa strategi utama yang diterapkan:
- Patroli Bersama: Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya melakukan patroli bersama mulai dari tingkat Koramil-Polsek hingga Kodam-Polda. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kehadiran aparat di lapangan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
- Penglibatan Batalion Tempur: Untuk memperkuat kekuatan patroli, Kodam Jaya melibatkan batalion tempur. Langkah ini bertujuan untuk membackup dan menambah jumlah personel yang terlibat dalam operasi keamanan.
- Penanganan Laporan Kejahatan: Polda Metro Jaya telah menerima sebanyak 1.283 laporan kepolisian terkait kejahatan kriminal. Dari jumlah tersebut, terdapat berbagai kategori kejahatan seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian biasa, pencurian kendaraan bermotor, dan pencurian dengan kekerasan.
Hasil Operasi Satgas Pemburu Begal
Satgas pemburu begal yang dibentuk oleh Polda Metro Jaya berhasil mencatat angka yang signifikan dalam penangkapan pelaku kejahatan. Berikut rincian hasil operasi mereka:
- Total Pelaku yang Ditangkap: 173 orang
- Pelaku yang Ditangkap oleh Tim Gabungan Polda Metro: 38 orang
- Pelaku yang Ditangkap oleh Polres Jajaran: 135 orang
Dari jumlah tersebut, kejahatan yang paling sering terjadi adalah pencurian dengan pemberatan, yang mencapai 651 laporan. Diikuti oleh pencurian biasa dengan 396 laporan, pencurian kendaraan bermotor sebanyak 209 laporan, dan pencurian dengan kekerasan sebanyak 27 laporan.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Keamanan
Selain peran aparat, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan masyarakat:
- Meningkatkan Kesadaran Keamanan: Masyarakat disarankan untuk lebih waspada dan menjaga lingkungan sekitar. Misalnya, tidak meninggalkan barang berharga di tempat umum atau menghindari area yang dianggap rawan.
- Melaporkan Kejadian Kejahatan: Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kejadian kejahatan kepada pihak berwajib agar dapat segera ditangani.
- Bekerja Sama dengan Aparat: Masyarakat dapat bekerja sama dengan aparat keamanan dalam menjaga keamanan lingkungan. Misalnya, dengan bergabung dalam kegiatan patroli rutin atau memberikan informasi tentang aktivitas yang mencurigakan.
Kesimpulan
Upaya pemberantasan kejahatan kriminal jalanan di Jakarta tidak hanya dilakukan oleh aparat keamanan, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi antara Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan adanya patroli bersama dan penglibatan batalion tempur, diharapkan dapat memberikan rasa aman yang lebih besar bagi warga Jakarta.






