BERITA  

Baksos Rumah Bhinneka Bandung: 8 Tahun Penuhi Hak Anak Disabilitas dan Yatim Piatu

Kebahagiaan di Balik Keterbatasan

Di tengah kehidupan yang penuh tantangan, puluhan anak berkebutuhan khusus dan yatim piatu menemukan secercah kebahagiaan melalui acara Bakti Sosial (Baksos) Ibadah Javaretro yang digelar di Rumah Bhinneka, Jalan Hercules, Kota Bandung, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Raut wajah mereka yang semringah menggambarkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh masyarakat luas.

Pemberdayaan Anak Berkebutuhan Khusus

Baksos ini tidak hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar para anak tersebut. Acara ini mencakup pemeriksaan kesehatan fisik secara komprehensif, pembagian vitamin, serta pendistribusian perlengkapan sekolah seperti tas dan seragam. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki fasilitas yang layak dalam menjalani pendidikan.

Petrus Adam Santosa, penggagas Baksos Ibadah Javaretro, menjelaskan bahwa inisiatif ini dilandasi oleh semangat untuk memberikan kesetaraan bagi anak-anak marjinal dan difabel. “Kita ingin mereka memiliki fasilitas seperti tas atau sepatu yang tidak lebih buruk daripada anak-anak lain,” ujarnya.

Konsistensi Gerakan Sosial

Meskipun dunia sempat dihantam pandemi Covid-19, gerakan sosial ini tetap berjalan tanpa henti. Saat larangan berkerumun diberlakukan, tim justru memilih untuk turun langsung ke lokasi tempat tinggal anak-anak tersebut untuk menyalurkan bantuan berupa sembako dan seragam. Konsistensi ini patut diapresiasi sebagai bentuk dedikasi terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Fokus pada 57 Anak

Pada pelaksanaan kali ini, program fokus pada 57 anak yang mayoritas berasal dari wilayah Bandung Selatan. Mereka adalah siswa dari SLB Cinta Asih Pangalengan (kawasan Cileunca), SLB Rifyaliana Majalaya, serta 17 anak yatim piatu yang berasal dari kawasan Soreang dan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Perhatian kepada Pendamping

Selain memberikan bantuan kepada anak-anak, Baksos Javaretro juga memperhatikan para orang tua dan guru pendamping. Petrus menjelaskan bahwa para pendamping ini juga mendapatkan dukungan, karena mereka melakukan pekerjaan yang sangat berat setiap hari. “Kami memberikan fasilitas kesehatan kepada para pendamping, bahkan jika mereka punya anak di rumah yang butuh seragam untuk naik dari SD ke SMP, itu tetap kami penuhi,” tambahnya.

Pemeriksaan Kesehatan yang Komprehensif

Di tempat yang sama, dr. Nyoman Arya Suprapta, Penanggung Jawab Tenaga Kesehatan Baksos Javaretro, menjelaskan bahwa pihaknya menerjunkan empat tenaga medis profesional, termasuk satu dokter, dua perawat, dan satu apoteker. Pemeriksaan fisik dilakukan secara mendetail, mulai dari anamnesis hingga pengukuran tinggi dan berat badan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya beberapa keluhan seperti batuk, pilek, ISPA, dan muntah-muntah selama perjalanan. Untuk orang tua, keluhan biasanya berupa lemas atau gangguan haid. Dalam pemeriksaan sebelumnya, ada juga yang terdeteksi darah tinggi dan diabetes.

Tindak Lanjut Medis

Sebagai tindak lanjut, tim medis langsung merespons keluhan tersebut di lokasi. “Jika ada kelainan, kita langsung beri obat dari tim apoteker. Jika ada indikasi kurang berat badan atau lainnya, kita berikan tambahan vitamin,” tutur dr. Nyoman.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *