Nostalgia di Lapangan Vatulemo, Warga Palu Bermain Permainan Tradisional

Kegiatan “Ayo Bermain Palu” Menghadirkan Nostalgia di Lapangan Vatulemo

Pada Jumat (22/5/2026), Lapangan Vatulemo di Kota Palu menjadi tempat yang penuh dengan kegembiraan dan semangat. Ratusan warga hadir untuk mengikuti kegiatan “Ayo Bermain Palu”, yang menampilkan berbagai permainan tradisional seperti lompat karet, engklek, dan gobak sodor. Acara ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan nuansa nostalgia bagi masyarakat yang hadir.

Kehadiran berbagai kalangan dalam acara tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, bahkan anggota DPRD dan Wakil Wali Kota turut serta dalam kegiatan ini. Mereka terlihat bermain bersama, saling berinteraksi, dan menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban.

Suasana yang Meriah dan Penuh Eksplorasi Permainan Tradisional

Di bawah lampu penerangan lapangan, ratusan warga berkumpul membentuk lingkaran-lingkaran permainan tradisional. Berbagai jenis permainan disajikan secara bergantian, membuat setiap peserta dapat merasakan pengalaman yang berbeda. Lompat karet, engklek, dan gobak sodor menjadi pusat perhatian para peserta.

Permainan lompat karet terlihat sangat dinamis. Peserta saling bergantian melompati tali yang terbuat dari rangkaian karet gelang. Tidak jarang, beberapa pemain gagal melewati tinggi karet yang terus dinaikkan oleh peserta lainnya. Hal ini memicu tawa dan sorak-sorai dari penonton yang hadir.

Sementara itu, permainan gobak sodor juga menjadi salah satu yang paling diminati. Puluhan peserta membentuk kelompok dan saling menghadang lawan di area permainan yang dibuat sederhana di atas lantai lapangan. Tidak hanya anak-anak dan remaja, sejumlah orang dewasa juga ikut larut dalam permainan ini.

Kembali ke Masa Kecil, Menghidupkan Hubungan Sosial

Suasana keakraban terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Warga yang sebelumnya tidak saling mengenal tampak berbaur dan saling menyemangati saat permainan berlangsung. Mereka terlihat bersemangat dan tertawa, seolah kembali ke masa kecil mereka sebelum permainan digital dan media sosial mendominasi aktivitas sehari-hari.

Beberapa pengunjung juga terlihat mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka. Area lapangan dipenuhi warga dari berbagai sudut Kota Palu yang datang bersama teman maupun keluarga untuk menikmati permainan tradisional tersebut.

Tujuan dan Dampak dari Kegiatan “Ayo Bermain Palu”

Tim “Ayo Bermain Palu” menginisiasi kegiatan ini sebagai upaya menghidupkan kembali permainan tradisional di tengah masyarakat. Selain menjadi hiburan, permainan tersebut juga dinilai mampu mempererat hubungan sosial antarwarga.

Kegiatan permainan tradisional itu pun mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga berharap agenda serupa dapat terus digelar secara rutin agar generasi muda tetap mengenal permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan.

Beragam Permainan yang Menarik Minat Peserta

  • Lompat Karet

    Permainan ini melibatkan peserta yang harus melompati tali yang dibentuk dari karet gelang. Tingkat kesulitan bisa dinaikkan sesuai kemampuan peserta, sehingga menciptakan suasana yang penuh tantangan dan keseruan.

  • Engklek

    Permainan yang melibatkan gerakan kaki dan koordinasi tubuh. Peserta harus melompati kotak-kotak yang diletakkan di tanah, sambil menghindari langkah yang salah.

  • Gobak Sodor

    Permainan yang melibatkan dua tim yang saling menghadang di area permainan. Tim yang berhasil menembus garis lawan akan mendapatkan poin tambahan.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *