BERITA  

Analisis Terbaru UGM: Rahasia Api di Rumah Warga Seyegan

Penelitian UGM Mengungkap Fenomena Api Misterius di Rumah Agusyani

Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan observasi langsung ke lokasi kemunculan api misterius yang terjadi di rumah warga di Seyegan, Sleman. Fenomena ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk kalangan akademisi dan masyarakat sekitar.

Sifat Gas yang Dinamis

Salah satu hal yang menjadi fokus penelitian adalah sifat gas yang dinamis. Menurut Prof. Ir. Alva Edy Tantowi, ketua tim peneliti dari Fakultas Teknik UGM, sifat gas tersebut menjadi alasan mengapa titik kebakaran di rumah Agusyani selalu acak dan berpindah-pindah di dalam rumah.

“Jadi ada satu kondisi mengapa barang (yang) terbakar bisa berpindah-pindah, karena berupa gas. Gas itu bisa berkonsentrasi di sana, memenuhi syarat (segitiga api), maka menyala. Nanti pindah lagi, memenuhi syarat, menyala lagi,” jelas Prof. Alva.

Api Tiba-tiba Menyala

Selama observasi di lokasi kejadian, tim peneliti UGM menyaksikan langsung selembar kaus yang tersampir di dalam kamar ruang tengah mendadak terbakar. Api sempat dipadamkan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun kembali menyala.

Melalui instrumen alat ukur, atmosfer di dalam ruang kamar tersebut diduga mengandung unsur pemicu yang tinggi. Namun, gas tidak dapat menyala sendiri tanpa ada media fisik. Misalnya kain, kertas ataupun barang-barang yang posisinya tergantung.

Oleh karena itu, untuk meminimalisir risiko kebakaran susulan yang lebih besar, Prof Alva meminta agar ruangan-ruangan dengan konsentrasi gas tinggi segera dikosongkan dari segala benda yang mudah terbakar.

“Ruangan tadi saya minta dikosongkan, agar meminimalisir kebakaran karena di ruangan itu ada kain, media yang mudah terbakar,” kata dia.

Suhu Gas Tinggi

Berdasarkan pengukuran instrumen di ruangan dengan konsentrasi gas tinggi tersebut, suhu terpantau terus melonjak drastis dibarengi dengan kenaikan volume gas Hidrogen (H2). Fenomena ini disebut auto-ignition atau spontaneous ignition (penyalaan spontan).

Api akan muncul sendiri tanpa pemantik begitu unsur dalam ‘segitiga api’ mencapai kondisi optimum pada posisi stoikiometri. Kendati demikian, Alva menegaskan bahwa data-data lapangan ini baru merupakan dugaan awal. Seluruh sampel yang telah diambil seperti bekas barang terbakar, maupun air di seputar rumah akan diuji secara mendalam di laboratorium.

Nah sementara ini kan baru dugaan dugaan. Tetapi nanti pastinya dari (hasil) laboratorium yang telah terukur. Bukan hanya sebuah kata-kata, tapi ini sebuah angka yang bicara

Diduga Gas Hidrogen

Peneliti dari Teknik Geologi UGM, Prof. Agung Harijoko, menjelaskan bahwa dari berbagai gas yang dipantau melalui alat detektor, seperti Gas Metana (CH4) Karbondioksida (CO2) dan Hidrogen (H2), lonjakan paling ekstrem di titik kebakaran justru ditunjukkan oleh gas Hidrogen. Menurutnya, Gas Hidrogen memiliki karakteristik khusus.

Pada kondisi tertentu, gas ini dapat menyala sendiri bahkan dalam batasan suhu ruangan. “Jadi suspeck gasnya adalah hidrogen tapi kemudian yang kami harus berfikir lagi adalah sumbernya,” kata dia.

Pencarian sumber gas ini menjadi penting. Sebab mekanisme api bisa menyala di rumah Agusyani membutuhkan hidrogen, sehingga perlu ditelaah kembali.

Untuk mencari sumbernya, peneliti mengaku telah mengambil sejumlah sampel air di rumah tersebut. Harapannya sampel air bisa diteliti untuk mengetahui apakah ada barang-barang dari organik yang masuk ke dalam sumur atau tidak.

“Jadi proses pembentukan (gas) hidrogen itu dari proses peluruhan atau dekomposisi pembusukan dari organik. Apakah itu yang menghasilkan hidrogen, itu yang harus kamu teliti lagi,” kata dia.

Pemilik Rumah Sedikit Lega

Hingga hari kesepuluh, tercatat sudah terjadi 73 kali peristiwa kebakaran di rumah Agusyani yang tersebar di 65 titik berbeda di dalam rumah. Putri Agusyani, Mutfiana, bercerita api kerap muncul secara tiba-tiba saat ruangan kosong tidak ada orang.

Misalnya, ia menyebut ketika kaus di ruang kamar tiba-tiba terbakar, saat itu kondisinya kosong tidak ada orang. Kebetulan saat itu sang Ibu masuk kamar hendak Salat melihat api sudah menyala besar.

Saat ini, meski lelah ia mengaku merasa lebih tenang setelah mendengar langsung penjelasan ilmiah fenomena api ini dari para ahli. “Sudah lebih cerah, sudah lebih tenang, namun harus tetap waspada karena ini belum berakhir. Hanya memang lebih tenang, oh ini tidak ada kaitannya dengan mistis, tapi memag ada dan bisa dipelajari secara ilmiah. Tinggal menunggu hasil dari peneliti mungkin beberapa hari lagi,” ujar dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *