Program Pemberdayaan Ekonomi untuk Masyarakat Asli Papua
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan, terus memperkuat perekonomian masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah alokasi anggaran sebesar Rp7 miliar pada tahun 2026 untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP). Tujuan utama dari program ini adalah menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Yalimo, Nahor Nekwek, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan program bantuan dan pengembangan usaha bagi masyarakat asli Papua yang bergerak di berbagai sektor. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi dan memberikan peluang bagi masyarakat untuk berkembang secara mandiri.
“Kami dari pemerintah daerah terus mendorong masyarakat untuk berusaha dan membangun kemandirian ekonomi. Jangan terus bergantung kepada orang lain. Kita harus memiliki usaha sendiri sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Wamena pada Selasa, (2/6/2026).
Program bantuan modal usaha ini bukan hanya sekadar pemberian dana, tetapi juga dilengkapi dengan evaluasi ketat. Pemerintah akan memantau langsung perkembangan usaha masyarakat yang telah menerima dukungan anggaran. Usaha yang berkembang dan menunjukkan hasil yang baik akan diberi dukungan tambahan, sedangkan yang tidak serius akan dialihkan ke warga lain yang lebih siap dan berkomitmen mengembangkan usaha.
“Kami akan turun langsung melihat perkembangan usaha masyarakat yang telah menerima bantuan. Jika usaha mereka berkembang dan menunjukkan hasil yang baik, tentu akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk memberikan dukungan tambahan pada tahun berikutnya,” jelas Bupati.
Sebaliknya, bagi penerima bantuan yang tidak menjalankan usaha sesuai tujuan program, pemerintah akan melakukan evaluasi dan mengalihkan kesempatan tersebut kepada masyarakat lain yang lebih siap dan serius mengembangkan usaha.
“Yang benar-benar bekerja dan mengembangkan usahanya akan terus kami dorong. Tetapi yang tidak menjalankan usahanya dengan baik tentu akan kami evaluasi. Kesempatan itu bisa diberikan kepada masyarakat lain yang memiliki semangat untuk berusaha,” tegas Nahor.
Strategi Membangun Fondasi Ekonomi Lokal
Program pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam membangun fondasi ekonomi lokal yang kuat. Dengan semakin banyak masyarakat yang memiliki usaha produktif, diharapkan perputaran ekonomi di Kabupaten Yalimo dapat meningkat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain program bantuan usaha, Pemerintah Kabupaten Yalimo juga menjalankan program penyediaan barang kebutuhan pokok dengan harga subsidi. Program tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar pada umumnya.
Menurut Bupati, pemerintah telah menyiapkan mekanisme distribusi barang dari daerah pemasok menuju Yalimo agar masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan dengan harga yang lebih murah.
“Kami mendatangkan barang-barang kebutuhan pokok dengan harga subsidi. Masyarakat bisa datang berbelanja di tempat yang telah disiapkan pemerintah sehingga mendapatkan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Program subsidi tersebut juga diharapkan mampu menekan tingginya biaya hidup masyarakat yang selama ini dipengaruhi oleh mahalnya biaya transportasi dan distribusi barang ke wilayah pegunungan Papua.
Langkah Berkelanjutan untuk Masa Depan Masyarakat
Dengan adanya program bantuan modal usaha dan subsidi kebutuhan pokok, Pemkab Yalimo berkomitmen untuk terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Bupati menegaskan bahwa program ini akan terus dilanjutkan selama memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Sampai saya menjabat sebagai bupati, program ini akan terus kami jalankan. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya dan mampu membangun usaha yang berkelanjutan,” katanya.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Yalimo, khususnya bagi Orang Asli Papua, yang memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha lokal dan memperkuat perekonomian daerah.





