JAKARTA — PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini, Selasa (2/6/2026). Salah satu agenda utama dalam RUPST ini adalah persetujuan atas penggunaan laba bersih yang mampu dibukukan oleh INCO.
Menilik laporan keuangannya, INCO mencatatkan laba bersih sebesar US$76,1 juta atau setara Rp1,27 triliun (kurs jisdor Rp16.720 per dolar AS) sepanjang 2025. Angka ini meningkat sebesar 32% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh kinerja operasional yang tetap solid serta efisiensi biaya yang terjaga meskipun menghadapi tekanan harga nikel global.
Pertumbuhan laba bersih INCO pada tahun lalu juga turut memicu ekspektasi adanya pembagian dividen yang lebih besar pada tahun ini. Namun, secara historis, terdapat periode di mana INCO tidak membagikan dividen meskipun mampu membukukan kinerja yang cenderung stabil.
Berdasarkan catatan Bisnis, pada 2024, INCO membagikan dividen senilai US$34,65 juta atau Rp573,04 miliar. Saat itu, laba bersih yang mampu dibukukan mencapai Rp931,33 miliar. Sementara itu, pada tahun buku 2023, INCO tidak membagikan dividen. Manajemen saat itu menjelaskan bahwa para pemegang saham sepakat untuk tidak membagikan dividen karena INCO tengah mengejar tenggat waktu penyelesaian tiga proyek besar di Sulawesi.
Pada tahun buku 2022, INCO membagikan dividen sebesar US$60,12 juta atau sekitar Rp890,38 miliar. Dividen per saham pada saat itu mencapai Rp89,6. Pembayaran dividen ini setara dengan 30% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yaitu sebesar US$200,4 juta.
Kemudian, pada tahun buku 2021, INCO memutuskan untuk tidak membagikan keuntungan kepada pemegang saham. Keputusan ini disetujui dalam RUPST 2021 dengan mempertimbangkan kebutuhan belanja modal untuk tiga proyek yang sedang berlangsung di Bahodopi, Pomalaa, dan Sorowako, serta kebutuhan modal kerja INCO di masa depan.
Lebih lanjut, pada tahun buku 2020, INCO menyetujui pembagian dividen sebesar US$33 juta, yang setara dengan 40% dari laba bersih tahun 2020 sebesar US$82,82 juta. Pembayaran dividen pada tahun 2020 merupakan yang pertama dalam enam tahun terakhir, setelah terakhir kali dividen dibagikan untuk kinerja tahun buku 2013.
Pada RUPST tahun buku 2019, pemegang saham juga memutuskan tidak membagikan dividen. Hal tersebut dilakukan karena mempertimbangkan kondisi kas perusahaan.
Adapun, terkait dengan RUPST Vale hari ini, menurut keterbukaan informasi, terdapat sedikitnya lima agenda lain. Agenda tersebut antara lain:
- Persetujuan laporan tahunan
- Persetujuan atas remunerasi dan gaji
- Penunjukkan kantor akuntan publik untuk laporan keuangan 2026
- Laporan realisasi penggunaan dana hasil rights issue
- Perubahan susunan pengurus
Dengan adanya RUPST ini, INCO menunjukkan komitmen untuk transparansi dan keterlibatan pemegang saham dalam pengambilan keputusan perusahaan. Meski ada ketidakpastian dalam pembagian dividen, langkah-langkah yang diambil oleh manajemen menunjukkan upaya untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang.






