SURABAYA – Suasana penuh semangat mewarnai hari pertama masuk sekolah di Yayasan Paratha Bhakti Kampus Santa Maria Surabaya, Senin (13/7/2026). Ribuan peserta didik dari jenjang Kelompok Bermain (KB), TK, SD, SMP, hingga SMA memulai Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dikemas berbeda dengan menghadirkan prosesi penanaman Pohon Serviam sebagai simbol pendidikan karakter.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kampus Santa Maria Surabaya tersebut tidak hanya menjadi seremoni pembukaan MPLS, tetapi juga menjadi momentum menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada seluruh warga sekolah.
Melalui tema “Berakar dalam Nilai, Bertumbuh dalam Kasih, Berbuah dalam Semangat SERVIAM”, sekolah ingin mengajak peserta didik membangun karakter yang kuat sejak awal perjalanan pendidikan.
Keceriaan para siswa tampak sejak pagi. Salah satunya dirasakan Robert, siswa SMA Santa Maria Surabaya, yang mengaku menikmati pengalaman hari pertama mengikuti kegiatan di sekolah.
“Ini hari pertama dan sungguh menyenangkan. Ramah,” ujarnya usai mengikuti upacara pembukaan.
Selain upacara bendera, seluruh siswa mengikuti prosesi penanaman Pohon Serviam yang melibatkan seluruh jenjang pendidikan. Kegiatan tersebut menjadi simbol perjalanan peserta didik dalam bertumbuh, mulai dari menanam nilai, merawat karakter, hingga menghasilkan manfaat bagi sesama.
Ketua II Yayasan Paratha Bhakti, Sr. Hilda Sri Purwaningsih, OSU, menjelaskan bahwa prosesi tersebut diawali dengan penanaman bibit pohon mangga sebagai lambang harapan agar lahir generasi yang beriman, berkarakter, serta memiliki semangat melayani.
“Prosesi diawali dengan penanaman bibit pohon mangga sebagai lambang harapan lahirnya generasi yang beriman, berkarakter, dan siap melayani sesama,” kata Sr. Hilda.
Menurutnya, pohon mangga dipilih karena memiliki akar yang kokoh, mampu tumbuh besar, serta memiliki daun yang rindang sehingga menjadi simbol kehidupan yang kuat sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Makna perjalanan pendidikan juga tergambar dalam peran setiap jenjang. Siswa KB dan TK menambahkan tanah sebagai lambang fondasi nilai kehidupan. Siswa SD menyiram tanaman sebagai simbol kasih sayang dan semangat belajar.
Siswa SMP menaburkan pupuk sebagai perlambang pembinaan karakter, disiplin, serta tanggung jawab. Adapun siswa SMA memasang papan nama Pohon Serviam sebagai simbol identitas sekaligus panggilan untuk terus menghasilkan kebaikan bagi masyarakat.
Prosesi tersebut juga melibatkan perwakilan orang tua yang turut menanam bibit pohon sebagai bentuk kepercayaan dan dukungan terhadap proses pendidikan putra-putri mereka di Kampus Santa Maria Surabaya.
Kepala SD Santa Maria Surabaya, Yunitha Ike Christyowati, M.Pd, mengatakan pendidikan di Santa Maria tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga berfokus membentuk karakter peserta didik.
“Namun juga membentuk pribadi yang berkarakter, hidup dalam kasih, dan siap melayani masyarakat sesuai semangat SERVIAM,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyiraman pohon secara bersama-sama oleh jajaran yayasan, kepala sekolah, serta perwakilan orang tua sebagai simbol kolaborasi dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.
Setelah itu, pembukaan MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 secara resmi ditandai dengan bunyi sirene dan dilanjutkan dengan Gerakan 6 Nilai Dasar Ursulin sebagai komitmen bersama dalam membangun budaya sekolah yang ramah, berkarakter, dan berlandaskan semangat SERVIAM.






