SURABAYA – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperluas kontribusinya terhadap pelestarian lingkungan melalui program keberlanjutan “Donasi Oksigen”. Terbaru, TPS menyerahkan 3.000 bibit mangrove kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya untuk ditanam di kawasan pesisir Tambak Sarioso, Surabaya, Sabtu (15/8).
Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya TPS mendukung rehabilitasi kawasan pesisir sekaligus memperluas manfaat program “Donasi Oksigen” yang telah dijalankan secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi dengan DLH Kota Surabaya, ribuan bibit mangrove tersebut akan ditanam dan dirawat di kawasan Tambak Sarioso. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pesisir sekaligus memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Program “Donasi Oksigen” merupakan inisiatif lingkungan TPS yang mencakup proses pembibitan, perawatan, hingga penyaluran dan penanaman mangrove di sejumlah kawasan pesisir. Program ini dirancang untuk meningkatkan tutupan vegetasi mangrove yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Selain menjadi pelindung alami dari abrasi, mangrove juga berfungsi sebagai habitat berbagai biota pesisir serta memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar. Karena itu, rehabilitasi mangrove menjadi salah satu solusi berbasis alam yang dapat mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan kawasan pesisir.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan penyerahan bibit mangrove tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Penyerahan 3.000 bibit mangrove kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan TPS dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir. Melalui program Donasi Oksigen, kami berharap manfaat lingkungan yang dihasilkan dari mangrove dapat semakin luas dirasakan oleh masyarakat dan menjadi kontribusi nyata perusahaan terhadap upaya mitigasi perubahan iklim,” ujar Erika.
Menurutnya, sinergi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan program tidak berhenti pada penyaluran bibit, tetapi berlanjut hingga proses penanaman dan perawatan.
“Sinergi antara dunia usaha dan pemerintah menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Kami mengapresiasi kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya yang akan melaksanakan penanaman dan perawatan bibit mangrove sehingga tujuan ekologis program ini dapat tercapai secara optimal,” tambahnya.
Penyaluran 3.000 bibit mangrove kepada DLH Kota Surabaya sekaligus menambah total bibit yang telah disalurkan TPS melalui program “Donasi Oksigen” sepanjang 2026 menjadi 10.000 bibit.
Sebelumnya, pada Mei 2026, TPS menyerahkan 3.000 bibit mangrove kepada Kecamatan Asemrowo untuk ditanam di kawasan pesisir Sontoh Laut, Surabaya.
Kemudian pada Juni 2026, TPS menyalurkan masing-masing 2.000 bibit mangrove kepada Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk ditanam di kawasan Manyar, Gresik, serta kepada Yayasan Omah Boso untuk ditanam di kawasan Romokalisari, Surabaya.
Dengan penyaluran terbaru kepada DLH Kota Surabaya, program “Donasi Oksigen” TPS telah menjangkau berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, organisasi profesi, yayasan hingga kelompok masyarakat pesisir.
“Penyerahan bibit mangrove secara bertahap kepada berbagai pihak merupakan bagian dari strategi TPS untuk memperluas dampak program Donasi Oksigen. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, yayasan, dan masyarakat, kami berharap upaya rehabilitasi pesisir dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar,” pungkas Erika.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen TPS dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir di wilhayah Jawa Timur.






