SURABAYA – Kesiapan memasuki dunia kerja mulai terlihat sebelum mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi menyandang gelar sarjana. Lebih dari separuh mahasiswa Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tercatat telah bekerja sebelum mengikuti Wisuda ke-22 Unusa, Selasa (29/9/2026).
Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa pengalaman dan kompetensi kerja mulai dibangun mahasiswa sejak bangku perkuliahan. Untuk memperkuat kesiapan profesional, mahasiswa D-IV K3 Unusa juga dibekali sertifikasi kompetensi Ahli K3 Muda dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unusa.
Salah seorang mahasiswa D-IV K3 Unusa, Zulfi Ahmad Ruhan, menilai materi yang diberikan selama perkuliahan memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan dunia kerja. Sejumlah mata kuliah, kata dia, juga memberikan pengalaman praktik secara mendalam.
“Karena saya aktif di FMK3N, jadi sering berbagi cerita dengan rekan-rekan dari kampus lain. Ada beberapa mata kuliah di Unusa yang tidak ada di kampus lain. Bahkan kampus negeri, jadi saya merasa beruntung bisa masuk di K3 Unusa,” kata Zulfi.
Zulfi sendiri telah bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang keramik dan kaca di Cikarang. Sementara mahasiswa D-IV K3 lainnya, Naufal Bafiq Belvatrivano, telah diterima bekerja di perusahaan batu bara di Kalimantan Utara meski belum menerima ijazah.
Pengalaman bekerja sebelum menyelesaikan pendidikan juga dirasakan wisudawan S1 Gizi Unusa, Anis Nailun. Sejak Januari 2024, Anis telah bekerja sebagai petugas gizi di bawah naungan Pemerintah Kota Surabaya sembari menyelesaikan studi alih jenjang dari D3 ke S1 Gizi.
Menurut Anis, pengalaman bekerja sekaligus menjalani perkuliahan membuat dirinya lebih mudah menghubungkan materi akademik dengan kondisi nyata di lapangan.
“Setelah kuliah S1 di Unusa, saya merasa mendapatkan perspektif baru tentang gizi. Jadi bukan hanya ilmu yang saya dapatkan saat D3, tetapi ada pemahaman baru yang kemudian bisa saya terapkan juga di tempat kerja,” tutur Anis.
Sementara itu, pada Wisuda ke-22, Unusa mewisuda sebanyak 1.038 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, terdapat 14 wisudawan non-Muslim. Sebanyak 11 orang atau 78,6 persen di antaranya meraih predikat lulus sangat memuaskan.
Rektor Unusa, Prof. Ir. Tri Yogi Yuwono, menyampaikan tiga pesan kepada para lulusan sebagai bekal sebelum memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.
Pesan pertama berkaitan dengan ketekunan dan kerja keras. Menurutnya, dunia kerja yang kompetitif menuntut lulusan tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga kedisiplinan dan daya juang.
“Orang yang tekun dan rajin akan selalu mengalahkan orang pintar yang malas,” tegas Prof. Tri Yogi.
Pesan kedua adalah pentingnya menjaga integritas, adab, dan empati. Ia menilai kompetensi profesional harus berjalan beriringan dengan nilai moral, terlebih di tengah perkembangan kecerdasan buatan dan disrupsi teknologi.
“Teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan hati manusia, rasa empati, dan solidaritas sosial,” katanya.
Pesan terakhir, Prof. Tri Yogi mengingatkan para lulusan agar tidak melupakan jasa orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan selama menempuh pendidikan.
“Jangan pernah lupakan jasa mereka. Kesuksesan karier kalian ke depan akan sangat tergantung pada seberapa besar kalian berbakti dan menghormati orang tua,” tutup Prof. Tri Yogi.






