SITUBONDO – Sebanyak 77 balita yang mengalami stunting di Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, mendapat bantuan gizi dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM). Program ini menjadi bagian dari upaya PLN mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak, khususnya dari keluarga kurang mampu.
Penyaluran bantuan berlangsung di Kantor Kecamatan Kendit pada 6 Oktober 2025. Kegiatan tersebut melibatkan manajemen PLN UIT JBM, pengurus YBM PLN UIT JBM, Srikandi PLN UIT JBM, serta jajaran Muspika Kecamatan Kendit dan Pemerintah Kabupaten Situbondo.
Program ini merupakan kolaborasi YBM PLN UIT JBM dan Srikandi PLN UIT JBM yang menyasar keluarga penerima manfaat sesuai kriteria asnaf atau golongan yang berhak menerima zakat. Bantuan tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi balita, tetapi juga disertai edukasi kesehatan dan pendampingan untuk mendukung perbaikan pertumbuhan anak.
Ketua YBM PLN UIT JBM, Alimmufadhol Sani, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang secara berkelanjutan selama satu tahun. Selain penyaluran paket gizi, penerima manfaat juga akan memperoleh pendampingan, sosialisasi kesehatan, serta makanan tambahan saat kegiatan posyandu di Kecamatan Kendit.
“YBM PLN UIT JBM memberikan bantuan secara berkelanjutan selama satu tahun dalam bentuk paket gizi, pendampingan, sosialisasi kesehatan, serta pemberian makanan tambahan saat pelaksanaan posyandu di Kecamatan Kendit. Program ini diharapkan dapat membantu mencegah stunting sekaligus memperbaiki kurva pertumbuhan anak. Pada hari ini, selain sosialisasi mengenai pola hidup sehat, kami juga menyalurkan paket gizi kepada 77 balita stunting dari keluarga kurang mampu yang berhak menerima zakat berdasarkan asnaf,” jelas Alimmufadhol.
Kecamatan Kendit dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena persoalan stunting di Kabupaten Situbondo masih memerlukan perhatian dan penanganan bersama. Selain berkaitan dengan kesehatan, kondisi tersebut juga berhubungan dengan faktor sosial ekonomi yang memengaruhi kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Situbondo, Kholil, S.P., M.P., yang hadir mewakili Bupati Situbondo, menyampaikan apresiasi atas kontribusi YBM PLN UIT JBM dalam mendukung upaya pemerintah menangani stunting.
Menurut Kholil, penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang lebih luas karena kondisi sosial ekonomi keluarga dapat turut memengaruhi tumbuh kembang anak. Karena itu, dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak dinilai penting untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Stunting tidak serta-merta hanya merupakan persoalan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi salah satu dampak dari kondisi masyarakat yang rentan terhadap kemiskinan. Kami berterima kasih kepada YBM PLN UIT JBM yang telah memberikan perhatian dan bantuan secara berkelanjutan sebagai salah satu upaya untuk mengintervensi kondisi gagal tumbuh pada balita di wilayah kami. Harapannya, ke depan bantuan ini dapat terus berkembang dan tidak terbatas hanya pada upaya pencegahan stunting,” ujar Kholil.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa kontribusi PLN kepada masyarakat tidak terbatas pada penyediaan dan pemeliharaan keandalan sistem kelistrikan. Melalui berbagai program sosial, PLN juga berupaya mendukung peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Ia menjelaskan, YBM menjadi wadah bagi pegawai PLN untuk menyalurkan zakat penghasilan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan bagi balita stunting di Situbondo menjadi salah satu wujud kepedulian tersebut sekaligus bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah.
“YBM merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PLN dan menjadi perpanjangan tangan para pegawai dalam menyalurkan zakat penghasilan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pemberian bantuan bagi balita dengan kondisi stunting di Kabupaten Situbondo menjadi bukti nyata komitmen PLN untuk hadir sebagai mitra masyarakat dan pemerintah, tidak hanya dalam aspek teknis kelistrikan, tetapi juga dalam aspek kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat,” ungkap Ika.
Ika menambahkan, sinergi antara PLN, YBM, Srikandi PLN, dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar manfaat program sosial dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kami berharap sinergi ini dapat terus diperkuat sehingga manfaatnya semakin luas dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” tambah Ika.
Melalui program yang berlangsung selama satu tahun ini, YBM PLN UIT JBM berupaya mendukung perbaikan gizi dan pertumbuhan balita melalui bantuan pangan bergizi, edukasi kesehatan, pendampingan, serta pemantauan secara berkala. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan stunting melalui keterlibatan berbagai pihak.
Bagi PLN UIT JBM, kepedulian sosial menjadi bagian dari komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat. Selain menjaga keandalan pasokan listrik, PLN juga berupaya menghadirkan manfaat nyata melalui program kemanusiaan yang mendukung masa depan anak-anak dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.






