TPS Uji Respons Darurat Hadapi Angin Kencang di Area Dermaga

Teks Foto : TPS melibatkan operator alat, petugas layanan dermaga, tenaga kerja bongkar muat, serta jajaran manajemen operasional dan HSSE dalam simulasi keselamatan menghadapi cuaca ekstrem. (ist)

SURABAYA – Memasuki musim penghujan, kesiapan menghadapi cuaca ekstrem menjadi perhatian penting dalam menjaga keselamatan pekerja dan kelancaran aktivitas pelabuhan. PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) pun menggelar Safety Drill Angin Kencang di area Dermaga Internasional pada Selasa (27/10), sebagai upaya menguji kesiapsiagaan personel menghadapi berbagai potensi keadaan darurat.

Latihan tersebut dirancang untuk memastikan koordinasi, komunikasi, dan respons pekerja berjalan efektif ketika angin kencang mengancam keselamatan maupun kelangsungan operasional terminal.

Dalam simulasi, TPS menguji sejumlah skenario yang berpotensi muncul saat kegiatan operasional berlangsung. Di antaranya, penghentian bongkar muat ketika kecepatan angin melampaui batas aman pengoperasian crane, petikemas yang bergoyang akibat terpaan angin, hingga pekerja yang terpapar angin kencang di area dermaga.

Skenario lainnya mencakup material atau peralatan yang terbawa angin serta kondisi cuaca buruk berupa hujan lebat yang menyebabkan penurunan jarak pandang. TPS juga menguji kesiapan jalur komunikasi darurat untuk mengantisipasi kemungkinan terganggunya sarana komunikasi utama.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur operasional, mulai dari operator alat, petugas layanan dermaga, tenaga kerja bongkar muat (TKBM), hingga jajaran manajemen operasional dan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Melalui latihan tersebut, setiap personel diharapkan memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, termasuk prosedur penanganan serta alur eskalasi ketika menghadapi situasi darurat akibat cuaca ekstrem.

Senior Manager Pengelolaan Operasi TPS, Didik Kurniawan, mengatakan peningkatan kewaspadaan terhadap angin kencang menjadi hal penting, terutama selama musim penghujan. Seluruh pekerja diminta tetap fokus dan memperhatikan potensi bahaya di lingkungan operasional.

“Memasuki musim penghujan, seluruh pekerja harus semakin fokus dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya angin kencang di area operasional. Melalui kegiatan drill ini, kami ingin memastikan setiap pekerja memahami risiko yang mungkin timbul, mengetahui langkah yang harus dilakukan, serta mampu merespons situasi dengan cepat dan tepat sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional TPS,” ujar Didik.

Ia menambahkan, pelaksanaan latihan secara berkala merupakan bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di lingkungan perusahaan. Kesiapan personel yang didukung kepatuhan terhadap prosedur menjadi faktor penting untuk menekan risiko kecelakaan kerja sekaligus meminimalkan gangguan operasional akibat kondisi cuaca.

Melalui Safety Drill Angin Kencang, TPS berharap kompetensi dan kesadaran keselamatan seluruh pekerja semakin meningkat. Dengan demikian, aktivitas terminal dapat berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pemberian layanan terbaik kepada pengguna jasa.