INDONESIAKINI.ID – China langsung menguji pasangan baru di sektor ganda putra pada Korea Open 2026 setelah memisahkan Liang Wei Keng dan Wang Chang, juara dunia tahun ini. Perubahan yang digagas pelatih Chen Qi Qiu itu bertujuan memadukan gaya bermain dan taktik berbeda, kata Wang, meski hasil debut kedua pasangan belum seragam.
Wang kini berduet dengan Xie Hao Nan, sementara Liang mendapat pasangan baru, Hu Ke Yuan. Pada turnamen BWF World Tour Super 500 di Jinnam Stadium, Yeosu, Korea Selatan, Wang/Xie mengamankan tempat di babak 16 besar, sedangkan Liang/Hu terhenti pada babak pertama.
Wang/Xie mengalahkan ganda Malaysia, Bryan Jeremy Goonting/Muhammad Haikal, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-14, 22-24, 21-17. Kemenangan itu membawa mereka melewati laga perdana bersama, meski harus menjalani gim penentuan setelah kehilangan gim kedua.
Nasib berbeda dialami Liang/Hu. Mereka kalah dua gim langsung dari pasangan Jepang Takuto Goto/Tsubasa Yoshida, 19-21, 17-21, dalam pertandingan yang berlangsung Selasa (3/11/2026). Hasil tersebut menjadi catatan awal bagi China dalam mengevaluasi kombinasi baru di nomor ganda putra.
Menurut Wang, perubahan pasangan bukan sekadar pertukaran rekan bermain. “Keputusan untuk memisahkan pasangan yang sudah ada bertujuan untuk menyatukan gaya bermain dan ide (taktik) yang berbeda, memungkinkan para pemain untuk belajar satu sama lain dan saling melengkapi kelemahan masing-masing,” ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi BWF.
Wang belum memastikan apakah duetnya dengan Xie akan dipertahankan dalam jangka panjang. Namun, ia menegaskan target di lapangan tidak berubah: “Tujuan kami tetap untuk memenangkan gelar.” Ia juga menyebut sasaran mereka adalah tampil sebaik mungkin di setiap babak.
Liang/Wang sebelumnya menjadi andalan China dan menempati peringkat ketiga dunia. Pasangan itu meraih medali perak Olimpiade Paris 2024, lalu menambah gelar juara dunia pada 2026. China juga memiliki pasangan lain, termasuk He Ji Ting/Ren Xiang Yu, serta pemain muda yang belum menunjukkan konsistensi serupa. Dengan periode kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dimulai tahun depan, hasil di Korea dan turnamen selanjutnya dapat menjadi bahan bagi Chen untuk menilai pilihan komposisi. Belum ada kepastian pasangan mana yang akan menjadi andalan China.
Penulis: Emel Yanie





