KOTIM – Bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) yang berada di Kelurahan Kota Besi Hulu, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), nampak terbengkalai dan tidak terawat.
Mirisnya, bangunan yang seharusnya menjadi tempat pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kini nampak kumuh dan sangat memprihatinkan.
Pasalnya, kondisi bangunan yang kosong, tak berpenghuni, serta diselimuti semak belukar dan rimbunnya rumput liar menghiasi depan bangunan tersebut.
Hasbullah, Kepala Puskesmas Kota Besi saat dikonfirmasi menjelaskan, tidak difungsikannya bangunan tersebut sebagai pusat kesehatan masyarakat diakibatkan adanya proses administrasi status kepemilikan aset. Namun menurutnya, pada tahun 2024 bangunan tersebut telah resmi kembali menjadi aset Puskesmas Kota Besi.
“Pada mulanya bangunan tersebut merupakan aset Puskesmas Kota Besi. Akan tetapi, pada saat itu di serahkan ke Kelurahan Kota Besi Hulu, Kecamatan Kota Besi. Namun, Pada tahun 2024 lalu bangunan tersebut di kembalikan lagi sebagai aset Puskesmas Kota Besi,” ungkap Hasbullah pada Selasa (08/07/2025)
Lanjutnya, setelah adanya penyerahan pada tahun 2024. pihaknya telah berupaya melakukan rehab ringan pada Desember 2024.
“Mengingat kondisi bangunan perlu perbaikan maka Pada Desember 2024 kemarin kami telah melakukan perbaikan ringan yang terdiri dari perbaikan atap yang kondisinya pada saat itu bocor serta pintu,” ujarnya
Menurutnya, tidak adanya tenaga medis di Pustu tersebut dikarenakan Pustu dan Puskesmas berada di satu kelurahan yang sama.
“Sehubungan Puskesmas induk dan Pustu Kelurahan Kota Besi Hulu berada di kelurahan yang sama, jadi tenaga medis tetap berada di Puskesmas induk, “ pungkas Hasbullah
Hasbullah menegaskan, kedepannya Pustu tersebut akan kembali difungsikan menjadi Pusat Layanan Kesehatan Posyandu Kelurahan.
“Harapannya saya nanti ada tenaga medis yang bersedia menempati bangunan tersebut, agar bangun dapat terawat dan tidak kumuh, “tutupnya
(Pur/Ik)





