CIREBON (INDONESIAKINI.id) – Pertunjukan kolosal Hari Santri Nasional 2023 yang digelar RMI bersama Lesbumi PWNU Jawa Barat tersebut di Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (Bima) Kabupaten Cirebon pimpinan KH Imam Jazuli, Minggu (22/10/2023) pukul 19.30 WIB.
Pesantren Bina Insan Mulia (Bima) bekerjasama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) bersama Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat.
Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) menjadi tempat pementasan drama kolosal Hari Santri Nasional 2023, adapun pihak-pihak yang terlibat dalam pementasan drama kolosal Hari Santri Nasional (HSN) diantaranya; Dr. Tony Broer (Sutradara), Muhammad Tavip dan Lili Toyibin (Ide Cerita dan Penulis Naskah), dan pemeran atau aktor Santri Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA). Pementasan tersebut sangat meriah dan ditayangkan juga melalui akun media sosial resmi Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA).
“Acara ini disiarkan secara live di fanpage Pesantren Bina Insan Mulia dan pementasan drama kolosal tersebut mendapat respons yang luar biasa dari publik. Harapan kami, tentu semoga pertunjukkan ini menginspirasi para santri dan pesantren-pesantren baik yang ada di wilayah Cirebon dan sekitarnya, juga pesantren yang ada di Indonesia umumnya, bahwa spirit perjuangan Resolusi Jihad dan momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2023 bisa diaktualisasikan menjadi pementasan kebudayaan drama “Kolosal Tawasulan 1001 Santri,” serta membuktikan identitas santri dengan tetap merawat warisan keilmuan yang diemban oleh para pendahulu, sebagaimana peran dan kiprah Wali Songo yang menggunakan jalur kebudayaan sebagai media berdakwah dan pementasan Kolosal Tawasulan 1001 Santri di Pesantren Bina Insan Mulia ini bagian dari langkah nyata santri untuk berkarya dan sepatutnya para santri menjadi jawaban bagi lingkungannya dan tantangan zaman” ujar Ustaz Lili Toyibin ,selaku tim media center Pesantren Bina Insan Mulia (Bima), Cirebon.
Pada acara pementasan drama Kolosal Tawasulan 1001 Santri di perhelatan puncak Hari Santri Nasional (HSN) 2023 ini mendapatkan perhatian besar dan disaksikan oleh sekitar 4.500 santri Bina Insan Mulia (Bima) Cirebon, dan tamu undangan.
Merespons antusias ini, Ketua RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) Jawa Barat menyatakan,
“kebudayaan adalah sebuah wadah, sedangkan agama adalah isinya. Kebudayaan merupakan seperangkat pengetahuan yang dimiliki bersama oleh suatu masyarakat yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk bertindak dan untuk memahami lingkungan dan menafsirkannya. Kemudian, hubungan antara Islam dan budaya itu begitu luas (multidimensi). Karena budaya dengan Islam sejak dulu telah memiliki hubungan yang sangat erat” ujar, Kiyai Rohman, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Jawa Barat.
“Pesantren sebagai subkultur kebudayaan yang di dalamnya terdapat begitu banyak dinamika. Agama dengan budaya itu seperti dua sisi pada mata uang logam yang tidak bisa dipisahkan, karena tradisi biasanya menjadi media untuk penyebaran agama” tambahnya.






